IQNA

16:18 - December 11, 2019
Berita ID: 3473708
EMIRAT (IQNA) - Pertemuan internasional Agama dalam Memperkuat Toleransi dimulai Senin (9 Desember), dengan dihadiri ribuan tokoh agama, cendekiawan dan ulama dari seluruh dunia di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab.

Menurut laporan IQNA dilansir dari akhbarona.com, pertemuan ini diselenggarakan oleh lembaga memperkuat perdamaian di masyarakat Muslim dan dihadiri oleh sekitar 1.000 perwakilan agama, cendekiawan dan ulama dari seluruh dunia.

Tujuan dari pertemuan tiga hari ini adalah untuk menciptakan perubahan dalam konsep toleransi agama dan hukum toleransi, yang mengindahkan hak semua pengikut agama untuk mempraktikkan ritual agama dalam suasana damai dan bebas.

Pertemuan ini berupaya mengupas akar ilmiah dan pembuktian (secara fikih) toleransi agama dalam Islam, menjelaskan prinsip-prinsip toleransi dan manifestasinya dalam agama Islam serta menjelaskan konsep toleransi sebagai salah satu nilai moral yang mengakar mendalam dalam Islam.

Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan, menteri toleransi Emirat dalam acara pembukaan mengatakan, “Pertemuan ini menekankan pentingnya membangun hubungan yang positif dan penuh kasih antara orang-orang, kelompok dan agama serta budaya yang berbeda, karena ini adalah cara terbaik bagi masyarakat, yaitu, kesehatan, kemajuan, dan perdamaian, dan merupakan cara penting untuk menyebarkan kebaikan dan keamanan di seluruh dunia.”

Sheikh Abdullah bin Bayyah, kepala dewan fatwa Syariah UEA dan ketua lembaga memperkuat perdamaian di masyarakat Muslim, juga menekankan dalam pidatonya: Islam telah menyebutkan toleransi dalam empat istilah Alquran, yang mencakup Afw: memberikan pengampunan dan hukuman pada yang bersalah, Shafh: menunjukkan kebaikan kepada orang yang diampuni, Ghufran: menyembunyikan dosa dan ishan: Kebaikan.

"Penting untuk mengadakan forum internasional ini, tetapi itu tidak cukup sendirian, karena kita tidak boleh melupakan konsep hukum toleransi, tetapi kita harus menekankan upaya yang membawa toleransi dari teori ke tingkat praktis," katanya.

Muhammad bin Abdul Karim al-Issa, sekretaris jenderal Persatuan Islam Dunia, juga di antara pembicara utama pada pidato tersebut, yang mengatakan: Memilih tema peran agama dalam memperkuat toleransi memberikan pesan penting kepada para pemimpin agama di seluruh dunia tentang tanggung jawab mereka.

 

https://iqna.ir/fa/news/3863031

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\