IQNA

14:24 - August 27, 2020
Berita ID: 3474537
TEHERAN (IQNA) - Untuk pertama kalinya selama 700 tahun terakhir, upacara duka tidak akan diselenggarakan di Delhi, ibu kota India, karena pembatasan hukum akibat penyebaran virus corona.

National Herald India melaporkan, Seyyed Kashif Nezami, penjaga makam Nizamuddin Awlia (seorang mistik abad ke-8 H), mengatakan: Disebabkan penyebaran virus corona untuk pertama kalinya dalam 700 tahuin terakhir upacara duka- iring-iringan tabut simbolis Imam Husein (as) Tidak akan diselenggarakan di kota Delhi.

Pada hari Asyura, tabut simbolis ini akan diarak ke sekeliling kota, tetapi tahun ini, karena wabah corona, pihak berwenang Delhi tidak mengizinkan upacara tersebut untuk diadakan dan tabut itu akan dihiasi dengan bunga dan dikirim ke Karbala.

Menurut panitia penyelenggara upacara ini, tradisi berkabung Muharram tahun ini hanya akan dilakukan di Imambareh (huseiniyah-huseiniyah) dan dengan kehadiran orang terbatas serta memperhatikan jarak sosial.

Di Delhi, upacara duka Muharram merupakan simbol persatuan umat Hindu dan Muslim.

Menurut penuturan panitia penyelenggara upacara ini, selain pengikut Syiah, umat Hindu juga hadir dalam upacara tersebut. Menurut penuturan Mohammad Zohib Nezami, salah satu pejabat di makam Nizamuddin Awlia, banyak keluarga Hindu hadir pada upacara tersebut karena kedekatan mereka selama bertahun-tahun dan kerja sama dengan Syiah.

 

3918986

Kunci-kunci: Pembatalan ، Ritual ، Duka Muharram ، Delhi
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\