IQNA

10:16 - March 27, 2021
Berita ID: 3475177
TEHERAN (IQNA) - Kabar kunjungan Perdana Menteri India ke Bangladesh dalam rangka memperingati kemerdekaan negara tersebut telah menimbulkan banyak protes karena kebijakannya terhadap umat Islam India.

Al Jazeera melaporkan, sejak pekan lalu, ada beberapa protes di seluruh Bangladesh terhadap kunjungan Narendra Modi, karena banyak orang Bangladesh menuduhnya menciptakan ketegangan agama dan melecehkan Muslim di India.

Perjalanan dua hari Modi ke Bangladesh dimulai pada hari Jumat dan dia akan mengunjungi dua kuil di pedesaan Bangladesh selama perjalanannya.

Pada hari Kamis, polisi Dhaka menembakkan peluru plastik dan gas air mata ke arah ratusan demonstran yang memprotes kunjungan seorang pemimpin nasionalis Hindu, yang mengkritik pemerintah Bangladesh karena mengundangnya. Protes ini terus berlanjut.

Maulana Mamulun Haq, pemimpin kelompok Islam, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Modi telah mengesahkan beberapa undang-undang yang membuat Muslim menjadi warga negara kelas dua di India. Kami tidak ingin dia di Bangladesh. Orang seperti dia tidak diperbolehkan menghadiri peringatan 50 tahun kemerdekaan.

India membantu Bangladesh mendapatkan kemerdekaan dari Pakistan melalui perang berdarah sembilan bulan pada tahun 1971. India dan Bangladesh memiliki hubungan dekat sejak itu. (hry)

 

3961234

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\