IQNA

IQNA:
8:21 - August 01, 2021
Berita ID: 3475576
TEHERAN (IQNA) - Hotel-hotel di emirat seperti Dubai diberi peringkat menurut standar internasional, tetapi banyak resor dan mal di UEA memiliki fasilitas yang selaras dengan Syariah Islam. Pembatasan penyajian dan konsumsi alkohol dan alokasi gerbong wanita di metro adalah salah satu langkah yang diambil untuk mempromosikan pariwisata halal di UEA.

IQNA melaporkan, pariwisata Islam atau halal sebagai salah satu bidang yang terkait dengan industri pariwisata secara bertahap mulai membuka tempatnya selama satu dekade terakhir. Tingginya kapasitas sektor dari industri pariwisata ini karena fokus pada populasi Muslim dan diperkirakan akan tumbuh lebih jauh di tahun-tahun mendatang.

Karena potensi tinggi ini, negara-negara Islam dan bahkan non-Islam telah banyak berinvestasi dalam menarik wisatawan Muslim yang mematuhi hukum Syariah. Investasi tersebut mulai dari perubahan fisik hingga pengaturan tempat wisata.

Bangkitnya UEA untuk Memimpin dalam Pariwisata Halal

Muslim memiliki populasi dengan pertumbuhan tercepat di antara agama-agama dunia. Dengan pertumbuhan ini, permintaan akan produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip Islam akan meningkat. Di sisi lain, peningkatan pendapatan dan populasi muda Muslim berarti peningkatan permintaan perjalanan dan pariwisata di kalangan Muslim.

Industri pariwisata telah menjadi salah satu sumber pendapatan bagi negara-negara yang kaya akan sejarah dan situs sejarah karena tingginya pendapatan yang dapat diterima negara-negara tersebut. Namun, negara lain berinvestasi dalam menarik wisatawan yang bepergian untuk liburan.

Di antara negara-negara Islam, Malaysia dan Indonesia telah berusaha untuk memantapkan diri sebagai tempat tujuan wisata halal utama, setidaknya di Asia Tenggara. Selain kedua negara tersebut, negara seperti Brunei, Vietnam dan Thailand juga telah berinvestasi dan memberikan edukasi di bidang wisata halal.

Tetapi negara Islam yang paling sukses di sektor pariwisata dan pariwisata halal terletak bukan di Asia Timur tetapi di tepi Teluk Persia; Uni Emirat Arab.

Tempat wisata di negara ini umumnya buatan manusia, seperti Burj Khalifa yang terkenal di Dubai yang merupakan menara tertinggi di dunia. Kepulauan Dunia, Palm Jumeirah di Dubai dan Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi adalah tempat wisata UEA lainnya. Namun, negara ini tidak hanya mencakup tempat-tempat wisata buatan manusia, dan daerah-daerah seperti Pegunungan Al-Hijr di Fujairah dan gurunnya yang unik serta kehidupan Badui menarik wisatawan.

Sementara itu, sektor pariwisata halal memiliki tempat khusus di antara proyek-proyek ambisius di UEA.

Alasan utama mengapa UEA menjadi tujuan wisata halal nomor satu adalah makanan. Akses ke makanan halal menjadi tantangan utama bagi banyak pelancong yang menganut hukum Islam di banyak negara. Akses mudah ke restoran Karena penerapan hukum Syariah di UEA, pelancong ke negara ini tidak perlu khawatir tentang akses ke makanan halal. Di sisi lain, keragaman demografis dan sifat internasional tujuan wisata di UEA, seperti Dubai, telah menciptakan keragaman makanan khusus bagi wisatawan. Sementara itu, berdirinya berbagai pameran di bidang makanan dan minuman di UEA sangat booming.

Bangkitnya UEA untuk Memimpin dalam Pariwisata Halal

Di sisi lain, terlepas dari kenyataan bahwa hotel di emirat seperti Dubai diberi peringkat menurut standar internasional, banyak akomodasi dan pusat di UEA memiliki fasilitas yang sesuai dengan hukum Islam. Pembatasan penyajian dan konsumsi alkohol di UEA dan alokasi gerbong wanita di metro adalah salah satu langkah yang diambil untuk mengembangkan pariwisata halal di UEA. (hry)

 

3987013

Kunci-kunci: IQNA ، UEA ، Memimpin ، Pariwisata Halal
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\