IQNA

15:55 - September 23, 2021
Berita ID: 3475761
TEHERAN (IQNA) - Mantan Wakil Presiden Afghanistan yang juga ketua kelompok suku Hazara yang bermazhab Syiah, Mohammad Karim Khalili, menyatakan pihaknya akan terpaksa mengangkat senjata melawan Taliban jika kelompok yang berkuasa ini “tak memenuhi janjinya dan tak menghindari kediktatoran”.

IQNA melaporkan seperti dilansir LiputanIslam.com, “Kami telah melihat sampai sekarang dewan menteri mereka, yang sama sekali tidak inklusif. Keberlanjutan proses demikian tak dapat diterima oleh berbagai kekuatan dan kelompok suku lain,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita TAS milik Rusia, Rabu (11/9).

Dia menambahkan, “Tak syak lagi bahwa pihak Tajik dan Uzbek juga tidak akan tahan terhadap kondisi ini sehingga akan kembali kembali ke medan laga bersama Hazara.”

Pernyataan itu dilontarkan oleh Khalili meskipun Jubir Taliban Zabihullah Mujahid dua hari sebelumnya menyatakan bahwa pemerintahan Afghanistan sekarang “mencakup beberapa kelompok minoritas” dan mencerminkan iktikad baik Taliban untuk membentuk pemerintahan yang “kuat dan bersatu”, sebagaimana dikutip kantor berita lokal Arya News.

Ditanya wartawai mengenai bagaimana pemerintahan itu memenuhi prinsip inklusivitas, Khalili mengatakan bahwa hal itu akan terkonfirmasi apabila ada “pengangkatan para wakil kelompok-kelompok minoritas, termasuk Hazara, pada jabatan-jabatan resmi”.

Etnis Hazara menempati sekira 10% populasi Afghanistan, terpusat di bagian tengah negara ini, dan berbicara dengan menggunakan dialek Dari.

Seperti diketahui, pada pertengahan Agustus lalu Taliban berhasil menguasai Afghanistan menjelang penarikan total pasukan AS dari negara ini pada akhir bulan yang sama. (hry)

Kunci-kunci: Syiah Hazara ، Ancam ، Melawan Taliban
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\