IQNA

Pusat Analisis Swedia: Citra Swedia di Dunia Telah Hancur Pasca Pembakaran Alquran

7:56 - August 03, 2023
Berita ID: 3478723
SWEDIA (IQNA) - Dalam sebuah analisis, Pusat Informasi Swedia menganggap dampak pembakaran Alquran dan protes selanjutnya terhadap citra negara di dunia sangat merusak.

Menurut Iqna, mengutip Pusat Informasi Swedia, Badan Keamanan Dalam Negeri Swedia melaporkan bahwa situasi keamanan di Swedia menjadi jauh lebih buruk dari sebelumnya setelah insiden pembakaran salinan Alquran dan protes berikutnya di dunia Islam. Namun bukan hanya situasi keamanan yang memburuk di negara yang terkenal damai dan aman di dunia ini.

Reputasi dan peran Swedia sebagai negara yang netral secara politik di panggung dunia telah berakhir, dan negara tersebut telah kehilangan dukungan dari beberapa kelompok sosial, termasuk imigran Muslim yang merasa marah dengan pembakaran kitab suci mereka, dan mungkin pada akhirnya menghadapi sanksi ekonomi, yang meskipun tidak merusak perekonomian negara, hal itu akan berdampak negatif pada reputasi internasional Swedia.

Dinas keamanan internal Swedia, yang dikenal sebagai SÄPO, telah mengumumkan bahwa pembakaran Alquran di Swedia dan kampanye media sosial yang sedang berlangsung telah berdampak negatif terhadap citra negara.

Organisasi itu menambahkan dalam sebuah pernyataan Rabu lalu bahwa citra Swedia telah berubah dari negara toleran menjadi negara yang memusuhi Islam dan Muslim, dan diyakini bahwa serangan terhadap Muslim disetujui oleh negara dan lembaga layanan sosial publik menculik anak-anak Muslim. Sapo juga mengumumkan bahwa semua risiko tersebut meningkatkan ancaman terhadap Swedia dari beberapa kalangan dan ancaman terorisme di negara ini masih tinggi dan berada di level ketiga dari lima.

"Kami berada dalam situasi berbahaya, ini adalah ancaman yang berkembang yang dapat menyebabkan serangan," kata  Wakil Kepala Kontra-terorisme SAPO, Susanna Trehörning kepada radio dan televisi negara Swedia.

Di sisi lain, Josep Borrell, koordinator kebijakan luar negeri Uni Eropa, mengecam penistaan kitab-kitab samawi di Swedia dan Denmark dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. “Perilaku perusuh hanya untuk kepentingan mereka yang ingin memecah belah kita dan memecah masyarakat kita,” ucapnya. (HRY)

 

4159185

captcha