
Menurut Iqna, mengutip Al Jazeera, kantor Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, mengumumkan rincian kesepakatan gencatan senjata.
Menurut pernyataan dari kantor Netanyahu, kabinet menyetujui kesepakatan yang menjamin pembebasan beberapa tahanan di Gaza.
Selain itu, 50 perempuan dan anak-anak Israel seharusnya dibebaskan dalam waktu 4 hari, sehingga konflik di Gaza akan berhenti.
Kesepakatan ini juga mencakup pembebasan 50 tahanan Israel, termasuk perempuan dan anak-anak di bawah usia 19 tahun.
Kesepakatan gencatan senjata juga mencakup kedatangan ratusan truk bantuan kemanusiaan, pertolongan, medis, dan bahan bakar ke seluruh wilayah Jalur Gaza tanpa kecuali.
Kesepakatan tersebut mencakup gencatan senjata dari kedua belah pihak, penghentian seluruh aksi militer yang dilakukan “tentara” di seluruh wilayah Jalur Gaza, dan penghentian pergerakan kendaraan militer di Gaza.
Dikatakan bahwa semua menteri kabinet Netanyahu mendukung kesepakatan ini, kecuali 3 menteri yang berafiliasi dengan partai religius radikal rezim Zionis.
Di sisi lain, perbedaan pendapat di Tel Aviv mengenai gencatan senjata dalam perang Gaza semakin meningkat, dan dalam perselisihan internal terbaru di Tel Aviv, seorang menteri ekstremis di kabinet Netanyahu menentang kesepakatan pertukaran tahanan. (HRY)