IQNA

Hari Tasyrik

16:46 - June 19, 2024
Berita ID: 3480280
IQNA - Hari Tasyrik, sebutan untuk hari ke 11 hingga 13 Dzulhijjah, saat berlangsungnya ritual penting seperti Qurban dan lempar Jumrah pada hari tersebut.

Hari Tasyrik merupakan sebutan untuk hari ke 11 sampai ke 13 bulan Dzulhijjah. Ada banyak dalil tentang alasan pemberian nama tersebut. Sebagian berpendapat bahwa pada hari ini, daging kurban dijemur di bawah terik matahari untuk digunakan oleh orang-orang yang membutuhkan, agar tidak rusak, dan pekerjaan ini memerlukan panas dan sinar matahari yang cukup, karenanya disebut tashrik. Ada pula yang mengatakan bahwa hari-hari ini disebut dengan nama ini karena ritual pengorbanan dimulai ketika matahari terbit. Secara umum yang jelas “Hari Tashrik” adalah nama sisa dari masa Jahiliah. Pada awal Islam dan abad-abad sebelumnya, masing-masing dari 3 hari ini memiliki nama khusus untuk masing-masing.

Qurban merupakan salah satu kewajiban dan ritual ibadah haji di tanah Mina yang dilakukan jemaah haji setelah memasuki Mina pada hari Tashrik. Diantara kewajiban haji lainnya pada hari Tashrik, adalah lempar Jumrah dan baitutah(bermalam) di Mina sampai tengah malam 3 hari tersebut. Menurut hadis dan teks fikih, salah satu adab khusus hari Tashrik adalah mengucapkan Takbir setelah shalat.

Beberapa kejadian penting pada hari-hari ini telah diriwayatkan dalam sejarah. Pembacaan surah Baraat untuk jemaah haji pada saat acara haji oleh Imam Ali (as) atas perintah Rasululullah (as) pada tahun 9 H. dan juga terjalinnya Perjanjian Aqabah Kedua pada hari kedua Tashrik dari tahun 13 Bi’tsah Nabi (saw) dengan sekelompok Anshar yang menyiapkan ranah hijrah beliau ke Madinah adalah diantara dua peristiwa penting yang dapat disebutkan pada hari-hari ini. (HRY)

Kunci-kunci: hari ، Kurban ، Lempar Jumrah ، mina
captcha