IQNA

Putra Ustad Abdul Basit Apresiasi Pendirian Museum Para Qari di Mesir

14:09 - January 08, 2026
Berita ID: 3483255
IQNA - Syekh Tariq Abdul Basit, putra Ustad Abdul Basit, memuji pendirian Museum Para Qari di Mesir, dengan mengatakan: "Museum ini merupakan penghormatan spiritual kepada para Qari yang melestarikan Kitab Allah dengan suara mereka."

Menurut Iqna mengutip Al-Dustur, Syekh Tariq Abdul- Basit, putra Ustad Abdul Basit Abdus Samad, seorang qari terkenal di Mesir dan dunia Islam, menyatakan bahwa proyek pendirian museum qari di Mesir merupakan langkah positif dan penting bagi pemerintah, yang dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Wakaf dan Kebudayaan, dan bahwa museum ini menunjukkan penghargaan yang tulus terhadap para qari Alquran dan sejarah kehidupan mereka.

“Mengumpulkan barang-barang pribadi para qari terkemuka dan memajangnya di museum khusus merupakan penghormatan spiritual kepada para qari yang telah melestarikan Kitab Allah dengan suara mereka. Sudah sewajarnya biografi dan barang-barang mereka disimpan di tempat yang sesuai dengan martabat mereka,” imbuhnya.

Tariq Abdul Basit melanjutkan: "Pemerintah, khususnya kepresidenan, Kementerian Kebudayaan, dan semua pihak yang terlibat, pantas mendapatkan apresiasi atas proyek besar ini. Ini adalah proyek budaya dan keagamaan penting yang memungkinkan masyarakat umum, baik di dalam maupun di luar Mesir, untuk mempelajari biografi para qari besar dan lebih mengenal kehidupan mereka."

Mengenai donasi barang-barang milik para qari oleh keluarga mereka, putra Ustad Abdul Basit Abdus Samad mengatakan bahwa mengingat nilai spiritual yang sangat besar dari barang-barang tersebut, ini bukanlah tugas yang mudah bagi keluarga, dan jaminan dari lembaga yang bertanggung jawab untuk melestarikan dan memajang barang-barang tersebut di tempat yang aman dan bermartabat adalah motivasi utama persetujuan mereka.

“Barang-barang ini telah berada di tangan anggota keluarga dan kekasih para qari selama bertahun-tahun. Setiap orang menyimpan sesuatu sebagai kenang-kenangan, baik itu foto, rekaman, atau barang pribadi. Tetapi memajangnya di museum resmi memastikan pelestariannya untuk generasi mendatang dan memperkenalkan orang-orang pada sejarah hidup para qari ini,” tambahnya.

Dengan menggambarkan perasaannya selama kunjungannya ke Darul Quran dan Museum Qari Alquran Mesir, Syekh Tariq mengatakan bahwa kunjungan itu merupakan pengalaman yang menyenangkan dan tempat tersebut membangkitkan perasaan istimewa yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

“Ketika saya memasuki Darul Quran, saya melihat ayat-ayat Alquran terukir di dinding di semua sisi dan saya merasa seperti berada di taman surga. Saya diliputi kekaguman dan rasa hormat, dan pada saat yang sama, saya merasakan kedamaian dan kegembiraan, karena ini adalah monumen keagamaan dan budaya yang agung yang dibanggakan oleh setiap Muslim,” lanjutnya.

Putra Abdul Basit mengatakan bahwa ayahnya selalu memimpikan sebuah tempat untuk melestarikan warisan ini, tetapi ia tidak pernah membayangkan bahwa impian itu akan terwujud dengan keindahan dan desain yang begitu menakjubkan. Ia menganggap apa yang telah dilihatnya sebanding dengan bangunan-bangunan keagamaan terbesar di dunia Islam dan sebuah pesan yang jelas bahwa Mesir akan terus menjadi rumah bagi para qari dan penghafal Alquran yang hebat.

Museum qari Mesir pertama baru-baru ini diresmikan dengan dihadiri Syekh Usamah Al-Azhari, Menteri Wakaf Mesir, dan Ahmed Fouad Hanno, Menteri Kebudayaan negara tersebut, dan kedua menteri tersebut mengunjungi berbagai bagian museum.

Museum ini berisi karya pribadi dari 11 qari senior Mesir, termasuk termasuk Syekh Muhammad Rifat, Abdel Fattah Shasha'i, Taha Al-Fashni, Mustafa Ismail, Syekh Mahmoud Khalil Al-Hussary, Muhammad Siddiq al-Minshawi, Abu Al-Ainain Shuaisha, Mahmoud Ali Al-Banna, Ustad Abdul Basit Abdus Samad, Muhammad Mahmoud Tablawi, dan Ahmed Al-Razifi dan keluarga para qari tersebut hadir dalam kunjungan museum ini. (HRY)

 

4327380

Kunci-kunci: abdul basit ، apresiasi ، pendirian ، Museum ، para qari ، mesir
captcha