Menurut Iqna mengutip halaman resmi Masjid Ba`alwie, di jantung kota Singapura, tempat agama, budaya, dan etnisitas hidup berdampingan di salah satu negara paling maju dan terorganisir di dunia, lembaga-lembaga keagamaan menonjol sebagai mitra dalam memupuk nilai-nilai hidup berdampingan dan interaksi sosial. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menampilkan citra beradab yang mencerminkan identitas dan pesan mereka dalam lingkungan yang beragam dan terbuka.
Dalam lanskap Asia yang progresif ini, Masjid Ba`alwie yang bersejarah terus memenuhi misi yang melampaui sekadar tempat ibadah. Masjid ini telah menjadi monumen Islam yang menggabungkan keaslian dengan koeksistensi, melestarikan warisan Islam, dan membangun jembatan pengetahuan dan komunikasi dengan berbagai segmen masyarakat, sehingga memberikan model yang mencerminkan citra peradaban Islam di Singapura.
Masjid Ba`alwie yang bersejarah di Singapura terus memperkuat posisinya sebagai salah satu landmark Islam paling terkemuka di negara ini. Dalam beberapa bulan terakhir, masjid ini telah menjadi tuan rumah bagi banyak delegasi resmi, diplomatik, pendidikan, dan masyarakat dari dalam dan luar negeri, yang menunjukkan signifikansi keagamaan dan budayanya serta perannya yang semakin berkembang dalam mempromosikan dialog dan keterlibatan sosial.
Masjid ini telah menjadi tempat kunjungan banyak pejabat tinggi dan delegasi resmi, termasuk Menteri Pertahanan Brunei, Kepala Menteri Selangor, Malaysia, dan Walikota Konya, Turki, serta pejabat pemerintah Singapura, duta besar, dan diplomat. Para pengunjung ini mempelajari sejarah masjid, misi para pendirinya, dan upaya masjid untuk melayani masyarakat dan melestarikan warisan Islam.
Masjid ini juga telah menjadi tempat kunjungan delegasi yang mewakili inisiatif dialog antaragama dan organisasi masyarakat sipil.
Masjid Ba`alwie bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menyimpan koleksi manuskrip bersejarah, Alquran langka, dan artefak bersejarah yang mendokumentasikan sebagian sejarah umat Islam di Singapura.
Masjid ini memberikan contoh sebuah institusi Islam yang mempertahankan identitasnya sekaligus berinteraksi dengan lingkungan nasional dan internasionalnya, membantu menggambarkan citra Islam yang beradab di salah satu masyarakat yang paling beragam dan progresif di Asia Tenggara. (HRY)