IQNA

Syiah Afghanistan Pengibar Bendera Qiraah di Negrinya

14:03 - August 21, 2007
Berita ID: 1573936
Syiah Afghanistan lebih maju dalam hal qiraah dan tartil sedangkan di kalangan Ahlussunnah lebih maju dalam bidang tafsir, hafalan dan bahasa Arab.
Mohammad Yasin Mohammad Afdhal, peserta dari Afghanistan di MTQ ke 49 di Kuala Lumpur, Malaysia dalam wawancaranya dengan Iqna menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan yang berbasiskan Al Quran di negaranya dengan mengatakan, bahwa saudara-saudara kita Ahlussunnah lebih maju dalam bidang tafsir, hafalan dan bahasa Arab dan mereka lebih giat dalam Darul Hifadz. Adapun saudara-saudara kita dari Syiah lebih banyak konsentrasinya di qiraah dan tilawah. Berkenaan dengan cara pemilihan peserta lomba internasional di Afghanistan ia menerangkan, bahwa biasanya setiap tahun kementrian kebudayaan mengumumkan satu hari tertentu untuk merekrut peserta lomba yang akan dikirim ke luar negri bagi yang berminat silahkan datang dan kemudian dilombakan yang kemudian dipilih yang terbaik dari para peserta yang hadir. Jadi mereka hadir tidak mewakili kabupaten atau propinsi, mereka hadir dan ikut serta secara pribadi dan perorangan. Qari' yang berusia 31 tahun itu menganggap tidak adanya dukungan yang semaksimal dari pemerintah untuk segala bentuk pengembangan di bidang Al Quran adalah problem utama yang dihadapi para Qari di Afghanistan, sehingga mereka tidak memiliki guru dan pelatih yang cukup tidak mengetahui metode-metode dan gaya baru dalam qiraah. Walaupun demikian, menurutnya pada satu tahun terakhir kegiatan Al Quran dan kelas-kelas pembelajaran Al Quran jauh lebih baik dan mengalami kemajuan dari yang sebelumnya, khususnya di Kabul. Mohammad Yasin menilai Muassasah Khatamun Nabiyyin, Pusat Al Quran Bayyinat dan Pusat Al Quran Mesjid Imam Hadi merupakan pusat-pusat Al Quran di Kabul yang terhitung aktif dibanding lainnya. Mohamamd Yasin menceritakan, bahwa dirinya mulai belajar Qiraah Al Quran saat ia tinggal di kota Qom, Iran pada saat melakukan pengungsian bersama keluarganya di era perang. Selain Mohamamd Yasin tahun ini Afghanistan juga mengirim seorang peserta wanita bernama Zahra Amir Khan. 156907
captcha