IQNA

Pandangan Dunia Materialisme Sudah Berada di Titik Penghujung

8:38 - October 10, 2007
Berita ID: 1590280
Presiden Iran, Mahmud Ahmadi Nejad: Dunia materi dan pandangan dunia materialisme telah sampai pada titik penghujung dan Demokrasi Liberal sama sekali tidak memberikan harapan apapaun di masa depan
Iqna: Presiden Republik Islam Iran, Mahmud Ahmadi Nejad pagi ini pada acara pembukaan tahun ajaran baru di universitas dan sekolah-sekolah tinggi di Iran menyampaikan orasi ilmiahnya di Aula Allamah Amini di Universitas Tehran dan menegaskan, bahwa awal bulan yang merupakan awal musim baru bagi rakyat Iran adalah ditandai dengan beberapa momentum penting dan menentukan. Kalau kita mau menelaah sejarah peradaban manusia, maka akan kita temui penuh dengan berbagai fenomena yang saling berhadapan dan berlawanan, kesedihan dan kesenangan, kemajuan dan kemunduran, persaingan dan cinta. Secara sekilas kita menyangka bahwa dua fenomena yang saling bertentangan itu adalah diperankan oleh pribadi dan kelompok yang berbeda, namun kalau kita jeli memperhatikan, maka akan kita temui bahwa pertentangan itu bukanlah diperankan oleh para politikus atau produsen dan pedagang, namun diperankan oleh para pakar keilmuan dan para guru, dengan kata lain memang ada dua medan ilmu yang saling berlawanan sehingga konsekuensinya ada dua jenis guru dan pakar ilmu serta para politikus kemudian mengambil peran sesuai dengan yang ia ambil dari salah satu pandangan para pakar ilmu tersebut. Menurutnya, ilmu itu tidak hanya memberi kesan dan warna, namun ilmulah yang mempengaruhi masyarakat. ilmu, para ahli ilmu dan penyampai ilmu adalah medan asli sejarah kemanusiaan dan tanpa mereka maka tidak akan ada sedikit gerakan dan perubahan ke arah kesempurnaan atau kemunduran di dunia ini. Tegas Presiden, Allah SWT adalah penyampai ilmu yang pertama bagi seluruh manusia dan kemudian dilanjutkan oleh para Nabi yang dilanjutkan sebagai guru dan pendidik manusia. Ketua komite tertinggi revolusi budaya menegaskan juga, bahwa problem dunia modern saat ini adalah muncul dari para pakar ilmu dan penyampai ilmu, padahal, ilmu menurut kita adalah cahaya yang memberikan jalan bagi pergerakan manusia menuju tempat yang tinggi. sementara tempat ilmu itu adalah hati manusia yang bersih, karenanya ilmu dan pelajaran yang ditempatkan di hati yang belum dibersihkan akan menghantarkan pada kemunduran dan keterpurukan. Pada dunia kontemporer kita pun menyaksikan, adanya niat dan tekad dari presiden Amerika untuk menyerang Irak adalah dipicu dari para pakar ilmu yang duduk di belakang layar dan ikut serta dalam hal itu para ahli psikologi, sosiologi dan politikus. Kesalahan berfikir mereka adalah di saat memandang medan sebagai pandangan materi semata. dan di saat analisa mereka tentang air menunjukkan kesalahan, mereka pun tidak mengakui, bahwa dasar-dasar pandangan mereka di dunia pendidikan dan keilmuan merekalah yang menyebabkan kesalahan itu. Ahmadi Nejad menambahkan, bahwa sebelum kemenangan revolusi Islam di Iran, dunia terbagi pada dua blok; barat dan timur. keduanya memiliki pandangan dunia materi kepada dunia dan keduanya memiliki ambisi untuk menguasai dunia dan pada saat itulah Republik Islam Iran membuka dunia baru dengan berbagai istilah barunya dalam menyelematkan manusia dari ketertawanan materi. Berkenaan dengan apa yang terjadi di Universitas Colombia ia mengatakan, bahwa undangan itu sebenarnya sudah sejak tahun kemarin, namun gagal karena alasan keamanan karenanya perlu disampaikan kepada pihak keamanan AS sebuah pertanyaan, dimana di saat mereka tidak mampu menjaga keamanan di dalam negri sendiri bagaimana kemudian akan menjaga keamanan di Irak? menurutnya, mereka sengaja untuk menciptakan suasana yang serba dilematis, mereka berharap saya tidak hadir untuk memberikan ceramah, namun kalaupun saya datang dan memberikan ceramah mereka berharap suara rakyat Iran tidak tersampaikan dengan berbagai hiruk-pikuk yang mereka ciptakan. Mereka memang sengaja melakukan perang urat saraf sehingga dapat menyiapkan masyarakat dunia agar menganggu hak-hak masayrakat Iran. Saat ini dunia butuh pada ilmu yang bermanfaat, ilmu yang mencerahkan dan membersihkan diri, bukan ilmu yang menyengsarakan dan membatasi diri pada alam materi. Dunia materi dan pandangan dunia materialisme telah sampai pada titik penghujung dan Demokrasi Liberal sama sekali tidak memberikan harapan apapaun di masa depan, tambahnya. Pandangan dan pemikiran ini muncul dengan berbagai slogan sehingga menarik perhatian setiap orang, namun kita perlu tanyakan, manakah yang pada seratus tahun terakhir ini bisa menyelesaikan berbagai problem dunia? untuk apa yang terjadi di Irak tidak akan ada jalan yang dapat ditempuh di saat pandangan kita dibatasi dengan pandangan materi sehingga tidak bisa menembus kepentingan manusia di masa yang akan datang. Saat ini manusia butuh pada pandangan Ilahi yang tidak terbatas pada ruang lingkup materi seamara, namun menembus spiritualitas manusia yang tinggi, alam malakut yang tak terbatas. manusia saat ini membutuhkan jalan lain yang baru yang bersandarkan pada spiritualitas, kesucian diri, cinta, keselamatan, keimanan dan tauhid. Di akhir ceramahnya beliau menekaknkan, bahwa tugas para pendidik dan pengelola universitas sangatlah berat dan diperlukan adanya teladan masayrakat sehingga berhasil membangun Iran yang dapat memenuhi segala kebutuhan di masa mendatang. 175822
captcha