IQNA

Ayatullah Sistani Paling Layak untuk Mendapatkan Nobel Perdamaian

11:52 - March 18, 2008
Berita ID: 1638457
Tomas Faridman: Ayatullah Sistani sebagai tokoh agama yang paling layak untuk mendapatkan Nobel Perdamaian atas segala usaha yang beliau lakukan untuk merealisasikan perdamaian di Irak.
Iqna merilis dari situs iba, bahwa Tomas Faridman, penulis terkenal berdarah Amerika menganggap Ayatullah Sistani sebagai tokoh agama yang paling layak untuk mendapatkan Nobel Perdamaian atas segala usaha yang beliau lakukan untuk merealisasikan perdamaian di Irak. Selain itu menurutnya beliau adalah tokoh yang berperan secara aktif dalam merealisasikan pemilu yang berlangsung dengan aman dan damai. Selain itu Jamal Al Khasyaqaji, Wakil Pemred Majalah berbahasa Inggris dengan judul "Akhbar Al Alam" dan Analis Politik dari Saudi Arabia juga memberikan komentar dan dukungan atas hal itu. Beliau menegaskan, bahwa Ayatullah Sistani telah berhasil untuk mempersatukan antara kelompok Sunni dan Syiah, bahkan beliau berhasil untuk mengajak umat dan tokoh Syiah yang lain untuk berlapang dada dan berdialog dengan secara logis dan rasional dengan Sunni serta Salafi. Analis politik Arab Saudi ini juga menambahkan, bahwa beliau juga harus menjadi salah satu kandidat peraih Faisal Award untuk perdamaian dan kerukunan Islami, karena beliau telah memberikan kontribusi yang sangat besar kepada Islam dan kaum muslimin Irak khususnya. Selain itu menurutnya dalam makalah tersebut, tidaklah berlebihan kalau Syaikhul Azhar, Mufti Saudi Arabia, Dr Yusuf Qardhawi dan para ulama lainnya datang bersilaturrahmi dan mencium tangan Ayatullah Sistani di Najaf, sebagai apresiasi atas apa yang telah beliau perjuangkan. Coba bayangkan jika Ayatullah Sistani memberikan fatwa kebolehan atau keharusan membunuh kaum muslimin ahlussunah, seperti yang dilakukan oleh sebagian kelompok Salafi, apa yang akan terjadi? tidakkah kita akan saksikan umat Syiah memproduksi bom sebesar mobil untuk diledakkan di mesjid-mesjid Ahlussunah? Namun beliau tidak melakukan hal itu, bahkan beliau mengharamkan setiap tindakan kekerasan, demi memperjuangkan perdamaian dan kedamaian di Irak, tegasnya. Makalah tersebut telah menggugah banyak pembaca majalah dari kaum muslimin Timur Tengah dan kelompok Salafinya. 234210 .
captcha