Syaikh Ali Mohammad Musalmaniy, Ketua Perkumpulan Para Hafidz Al Quran di Lebanon Selatan dalam entranceway's dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa kunjungan kami ke Jamiatul Quran, Qom dan Muassasa Mahdi Quran menjadi saksi atas apa yang kami sebutkan.
Syaikh Ali yang juga seorang hafidz menegaskan, bahwa banyak kegiatan Qurani yang berupa kajian dan kelas berbasis ilmu-ilmu Al Quran dilaksanakan di Jamiul Quran bagi beragam usia, laki-laki dan wanita serta setiap tahun mereka berhasil menelorkan generasi baru qurani.
Menurutnya, yang menjadikan masyrakat Iran dapat terdorong untuk melakukan berbagai kegiatan tersebut dan behasil melakukan hal itu adalah telaah kitab tentang Al Quran khususnya Tafsir Al Quran Ayatullah Nasir Makarim Syirazi dan Ayatullah Jawadi Amuli.
Dalam hal menghafal Al Quran juga harus diakui, bahwa Iran telah mengalami kemajuan yang pesat, baik ditinjau dari metode menghafal, waktu yang singkat untuk menghafal serta usia para penghafal Al Quran yang relatif masih muda, tambahnya.
Di saat ditanya tentang makna inovasi dalam kegiatan menghafal Al Quran khususnya setelah penekanan Imam Ali Khamenei untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun inovasi dan kreasi, beliau menjawab: bahwa kita bisa melakukan berbagai inovasi dalam kegiatan menghafal AL Quran, misalnya dalam hal waktu yang lebih singkat untuk menghafal, metode rekrutmen pelajar dan yang akan dididik untuk menghafal Al Quran, begitu juga jumlah mereka.
Syaikh Ali Muhammad juga menjelaskan, bahwa di Lebanon kegiatan Qurani dilakukan pada beberapa tingkatan yang berbeda-beda, untuk menghafal dimulai dari usia 9 tahun, untuk belajar kandungan dan tafsir Al Quran yang sederhana dimulai dari kelas empat sekolah dasar dan untuk tafsir yang lebih sempurna dilakukan di kelas-kelas kaderisasi para pengajar Al Quran.
Memang terdapat perbedaan antara iklim Iran dengan Lebanon, sehingga tidak bisa setiap kegiatan yang ada di Iran akan dilaksanakan di Lebanon, khususnya mengenai pelajaran dan hafalan Quran untuk anak-anak. kita sedang mencoba untuk menerapkan keberhasilan Iran dalam hal ini.
Syaikh Ali Muhammad Musalmani in adalah juara pertama MTQ internasinonal dua tahun yang lalu di bidang tafsir dan di saat pertemuan dengan Imam ALi Khamenei di hadapan para peserta MTQ menyampaikan sambutannya dan mengatakan, bahwa kami mewakili para pemuda Lebanon ingin mengatakan kepada YM seperti apa yang disampaikan oleh sahabat Imam Husain kepada beliau, bahwa walaupun dibunuh dan dibakar tubuhnya serta dihidupkan kembali dan dibunuh dan dibakar lagi hingga tujuh puluh kali akan tetap menjaga loyalitas bersama beliau.
244715