Iqna: Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei kemarin dalam pertemuannya dengan ribuan pelajar dan mahasiswa serta berbagai perhimpunan mahasiswa, menegaskan hal itu dan menambahkan, bahwa tugas utama generasi muda adalah rasa tanggung jawab akan masa depan bangsa dan negaranya.
Seraya menjelaskan bahwa perselisihan yang ada antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat (AS) lebih dalam dari sekedar perbedaan pandangan dalam masalah politik, beliau mengatakan, "AS tidak akan pernah berhasil memalingkan bangsa Iran dari jalan yang telah dipilihnya untuk meraih kebebasan, harkat dan kemuliaannya. Bangsa Iran di masa depan pasti akan berhasil menundukkan puncak ketinggian ilmu, kekuatan, kesejahteraan dan kehormatan."
Dalam pertemuan yang diselenggarakan untuk menyambut peristiwa 13 Aban (3 November), yaitu hari pendudukan kedutaan besar AS di Tehran yang saat itu menjadi markas mata-mata Washington di Iran, Ayatollah Khamenei menilai bahwa peristiwa pendudukan kedutaan besar AS oleh para pemuda revolusioner Iran merupakan hasil sikap bertanggung jawab para pemuda bangsa ini.
Rahbar menambahkan, "Kemenangan Revolusi Islam berhasil mengeluarkan pangkalan utama AS di jantung Timur Tengah yang kaya akan minyak dari kekuasaan AS. Dan Iran dengan slogan menentang kezaliman, imperialisme, dan membela hak-hak bangsa-bangsa lain berubah menjadi pangkalan terpenting untuk menentang imperialisme AS".
Khamenei juga menegaskan, bahwa setelah mereka berhasil diusir dengan tidak hormat dari Iran, maka mereka -seperti biasanya- memanfaatkan kedutaan mereka sebagai jembatan untuk melakukan hegemoninya sekaligus memanfaatkannya sebagai pusat spionase yang selalu memantau celah dan kesempatan untuk menumbangkan republik Islam. Namun para mahasiswa pengikut setia Imam Khomeini menggagalkan segala konspirasi mereka.
Pada kesempatan itu beliau juga mengamanahkan kepada para pemuda untuk menelaah buku-buku yang berhubungan dengan arsip-arsip dan surat-surat penting yang didapat dari bekas kedutaan Amerika di Terhan serta menambah wawasannya tentang peran yang dimainkan oleh kedutaan AS baik pra atau pasca revolusi Islam.
Kebersihan pengambil alihan kedutaan yang dilakukan oleh para pemuda itu merupakan kemenangan revolusi ke dua yang lebih besar dari revolusi pertama, sebab hal itu menyebabkan keruntuhan hegemoni Amerika di dalam dan luar Iran.
Segala apa yang mereka lakukan dan perjuangkan adalah dalam rangka menciptakan Iran yang bergantung pada keinginan dan kebijakan mereka, tegasnya
namun bangsa Iran selamanya tidak akan melakukan hal itu, karena bangsa kita adalah bangsa yang selalu menjaga dan memperjuangkan identitas serta indenpendensinya. bahkan sebaliknya siap untuk memotong setiap tangan yang akan merampas kebebasan dan jatidirinya, tambahnya.
Berkenaan dengan apa yang dihadapi oleh Amerika saat ini dari krisis ekonomi, beliau menyebutkan, bahwa apa yang sebelumnya mereka selalu gembar-gemborkan dengan media propaganda mereka bahwa mereka akan jaya dan Iran akan jatuh dan menemui kebuntuannya, adalah sebuah kebohongan yang nyata, karena merekalah yang akan jatuh dan rakyat Iran lah yang akan jaya dan terus jaya.
Malah saat ini kita menyaksikan, bahwa bangsa Iran semakin hari semakin kuat dan lebih maju dari sebelumnya di berbagai bidang keilmuan dan SDM.
Begitu pula Amerika saat ini semakin malu untuk menampakkan wajahnya setelah selalu koar-koar dengan HAM dan demokrasi, namun tangan mereka sendiri yang selalu berlumuran dengan darah orang-orang tak berdosa di penjara Abu Ghuraib, Palestina dan tempat-tempat lainnya.
Di akhir taushiyahnya Imam Ali Khamenei menyebutkan, bahwa kunci kemenangan adalah persatuan, baik antara rakyat, atau antara rakyat dengan pemerintah ataupun
antara pejabat dan pimpinan negara. sebagaimana beliau juga mengajak seluruh yang hadir untuk berpacu dengan musuh dan jangan sampai ketinggalan, apalagi tertipu oleh tipu dayanya.
313183