IQNA

Seminar Internasional Mahdiisme Ke V di Tehran

10:26 - August 05, 2009
Berita ID: 1809770
Sejak kemarin, Selasa 4 Agustus 2009 di Gedung OKI Tehran dimulai seminar ke V Mahdiisme yang diselenggarakan oleh Yayasan Oyandeh Rousyan.
Iqna: Seminar dihadiri oleh para ulama dan intelektual Iran dan luar negri, seperti Ayatullah Taskhiri, Ayatullah Hairi Syirazi, Hamid Maulana, Syaikhul Islami, Sayyid Mas’ud Pur, Sayyid Oghoiy dan Mahdi Musthafavi, Ketua Lembaga Kebudayaan dan Hubungan Negara-negara Islam. Seminar dibuka oleh Hojjatul Islam Wal Muslimin Sayyid Mas’ud Pur, Sekjend Panitia Seminar dengan menyampaikan laporan apa yang telah panitia lakukan, kemudian menegaskan, bahwa pada masa kegaiban Imam Mahdi, umat Syiah dengan keyakinan pada kelahiran dan kegaiban beliau memegang amanah besar di pundaknya untuk selalu berusaha menyiapkan segala sesuatunya demi mempercepat kemunculannya dan mengakhiri masa kegaiban beliau. Dan inilah makna “menunggu kehadirannya” Pada kesempatan itu beliau juga menyeburkan, bahwa banyak ayat dan riwayat yang menjelaskan kepada kita tugas kita pada masa kegaiban beliau untuk menunggu dengan makna yang benar, yakni mempersiapkan berbagai infrastruktur kehadiran beliau. Karena itu pula di dalam hadits disebutkan, bahwa sebaik-baik amal adalah “menunggu” Bertindak sebagai Keynote Speaker dalam seminar ini adalah Ayatullah Hairi Syirazi yang menjelaskan kriteria para penunggu dan pendamba kehadiran Imam Mahdi secara proporsional jauh dari sikap ekstrimisme. Seraya menyamakan makna “menunggu” dengan semua sifat-sifat baik dan buruk dalam Akhlak, yang bisa dibagi pada tiga, berlebihan, kurang dan proporsional. Menunggu yang ekstrim adalah di saat meninggalkan segala kemampuan, potensi, usaha dan memilih, baik personal atau komunal karena menganggap bahwa semua itu di luar kemampuan kita dan kita bisa bergerak bial ada kekuatan dari atas ke bawah (tanah). Selain itu beliau menjelaskan tentang kebutuhan manusia pada pemandu yang lahiriah dan batin, dan keduanya adalah saling melengkapi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Guru besar Hauzah Ilmiah Qom ini juga menegaskan keharusan setiap kita untuk menjalin hubungan baik dengan Imam Mahdi, karena sebelum itu terealisasi maka jangan berharap kemunculan dan kehadiran beliau. Penceramah terakhir dalam seminar hari kemarin adalah Sayyid Mahdi Mustafavi yang menjelaskan tentang keyakinan akan Juru Penyelamat di dalam ajaran Islam dan Kristen. Beliau lebih lanjut menjelaskan, bahwa pada awalnya Kristen terbagi pada Katolik, protestan dan ortodoks. Namun saat ini muncul berbagai kelompok lain, diantaranya Kristen zionis dan Kristen Taurati yang meyakini kehadiran Nabi Isa sebagai juru selamat itu dengan menciptakan berbagai peperangan antar berbagai kebudayaan dan tamaddun. Sementara di dalam Islam tidaklah demikian, tegasnya, namun menunggu kehadiran itu memberikan inspirasi agar kita menatap masa depan yang lebih baik dan cemerlang, karenanya Islam pantas untuk dianggap sebagai agama penebar kedamaian dan hidup sepanjang masa. 443396
captcha