Iqna merilis dari situs resmi pemimpin spiritual tertinggi Republik Islam Iran, bahwa beliau Senin (17/5), dalam pertemuan dengan Presiden Aljazair Abdulaziz Bouteflika dan rombongan menyebut bangsa Aljazair sebagai bangsa pemberani, maju dan berperadaban.
Seraya menyinggung sejarah perjuangan rakyat Aljazair dalam menghadapi kekuatan imperialis, beliau mengatakan, "Dari segi keakraban, hubungan pemerintah Iran dan pemerintah Aljazair saat ini adalah yang paling hangat sepanjang sejarah. Taraf hubungan kedua negara saat ini sangat istimewa."
Seraya menekankan bahwa kedua negara punya potensi dan kapasitas besar untuk meningkatkan kerjasama dan hubungan bilateral, Ayatollah al-Udzma Khamenei menandaskan, "Kedua negara harus meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi."
Menyinggung kondisi Republik Islam Iran yang sangat berbeda dengan kondisi 30 tahun lalu, beliau menjelaskan bahwa kemajuan dan prestasi besar yang berhasil dibukukan oleh Republik Islam Iran adalah buah dari tekanan dan embargo yang diterapkan Barat terhadapnya. "Dengan adanya embargo, Iran menyadari potensi besar dan kemampuan yang ada padanya," kata beliau.
Pemimpin Besar Revolusi Islam mengenai kemajuan sains dan iptek di Iran mengatakan, "Semua negara Islam bisa mengukir keberhasilan seperti ini dengan syarat mengandalkan kemampuan dan potensi sendiri serta kerjasama antara mereka."
Beliau menambahkan, "Republik Islam Iran siap berbagi pengalaman dan kemampuannya di berbagai bidang dengan negara-negara Islam."
Di bagian lain pembicaraannya, Rahbar mengangkat isu Palestina dan kondisi mengenaskan rakyat Palestina saat ini di tengah kebungkaman masyarakat internasional dan negara-negara Islam. Beliau menegaskan, "Jika negara-negara Islam melaksanakan komitmen dan tanggung jawabnya dalam masalah Palestina, kita tak akan pernah menyaksikan tindakan biadab Rezim Zionis Israel yang menjalankan program konspirasi terhadap bangsa Palestina, termasuk diantaranya agenda Judaisasi Palestina."
Ayatollah al-Udzma Khamenei mengatakan, "Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus menunjukkan reaksi dan tindakan yang nyata dan serius menghadapi Rezim Zionis Israel."
Dalam pertemuan itu yang juga dihadiri oleh Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Aljazair Abdulaziz Bouteflika mengapresiasi sikap dan pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Khamenei terkait isu-isu Dunia Islam. "Dalam berbagai masalah, Dunia Islam menatap penuh harap kepada Republik Islam Iran. Sebab, Iran memiliki kemampuan dan kekuatan yang besar," katanya.
Seraya menyinggung kemajuan dan keberhasilan Iran di banyak bidang di tengah himpitan tekanan dan embargo Dunia Barat, Bouteflika menambahkan, "Fakta tentang Iran sangat bertolak belakang dengan gambaran yang disuguhkan oleh Barat. Kemajuan dan keberhasilan Iran menjadi kebanggaan umat Islam."
Presiden Aljazair menegaskan bahwa negaranya bertekad meningkatkan hubungan dan kerjasama ekonomi dengan Republik Islam Iran.
580809