IQNA: Khatib Jum’at Teheran menyebutkan hal itu dan beliau memulai khotbahnya mewasiatkan kepada para jamaah sholat dengan wara’ dan ketaakwaan kepada Allah.
Beliau juga menyebutkan, bahwa kehadiran para jamaah untuk melaksanakan shalat Jumat pada kondisi udara yang sangat dingin menunjukkan betapa dalamnya keyakinan para jamaah sholat dengan pondasi agama dan hubungannya dengan Allah SWT
Hujjatul Islam Shiddiqi menjelaskan bahwa shalat itu sendiri adalah rahasia Allah, sholat adalah nama agung Allah Swt, di dalam riwayat disebutkan, bahwa nabi Ibrahim as ketika berdiri melaksanakan sholat maka tulang persendiannya terasa lemas terdengar suara seperti gemuruh air dari dalam dada beliau.
Begitu juga Rasulullah Saw saat sedang duduk bersama para sahabatnya dan beliau bercakap-cakap bersamanya, di saat waktu shalat tiba, maka beliau menghentikan percakapannya seakan-akan beliau tidak mengenal orang lain, tambahnya.
Khatib Jum’at Teheran ini juga menjelaskan bahwa Allah SWT ketika waktu sholat akan menampakkan diri Nya di hati-hati suci para hamba.
Selanjutnya beliau menyampaikan sebuah hadist Qudsi : dalam hadist ini Allah SWT berfirman bahwa aku hanya akan menerima sholat orang-orang dari kelompok ini, yaitu; pertama seseorang yang tunduk dengan keagungan Allah SWT, kedua seseorang yang mengkontrol nafsu, naluri dan kekuatan hewaninya serta yang menganggap dirinya lebih buruk dibanding orang lain.
Khotib Juma’at Teheran ini menyampaikan sebuah ayat 83 surat Al Qoshosh: “Negri akherat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (bumi). Dan kesudahan yang baik , itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Beliau menegaskan bahwa Allah Swt memberikan janjinya atas orang yang berfikir bahwa dirinya tidak lebih baik.
Beliau juga mengkritik kompetisi politik negative yang sedang terjadi di masyarakat, sambil menegaskan: beberapa kompetisi politik menantang masyarakat dan telah merampas ketenangan dari masyarakat, dan seseorang yang mencari hal ini adalah lebih buruk dari semuanya.
Setelah itu beliau menyampaikan kekhususan orang-orang yang sholat menurut pandangan hadist Qudsi, beliau juga mengatakan: orang-orang yang sholat juga tidak dapat melupakan orang-orang yang kelaparan, dan bagi orang yang hidup tidak memiliki kecukupan maka janganlah acuh tak acuh, orang yang sholat juga hendaknya berfikir pada orang yang jauh keberadaannya dari tanah airnya, dan memberi ketenangan bagi orang-orang yang disekitarnya.
730147