IQNA mengutip dari surat kabar Al Intiqod terbitan Libanon: Hizbullah dalam pernyataannya mengumumkan: sanksi-sanksi ini merupakan bagian dari serangan Internasional terhadap Iran, Suria, rakyat-rakyat kawasan, pertahanan dan negara yang terus mengadakan perlawanan terhadap Agresi.
Hizbullah dalam pernyataan ini, adanya tuntutan kerjasama ekonomi lebih banyak antar negara-negara merupakan tujuan sanksi Barat dan memperkuat tukar menukar perdagangan antara mereka dan yang mereka lakukan dengan tujuan untuk kegagalan mengikuti kebijakan hukuman kolektif negara Barat erhadap negara-negara ini.
Hizbullah dalam pernyataan ini juga menegaskan, bahwa pemberlakuan sanksi adalah alasan yang paling menonjol dimana menunjukkan kebijakan politik-politik Barat yang menghantam kekuasaan dan stabilitas perlawanan.
Pada akhir pernyataannya mengisyaratkan pada tegasnya perlawanan sebagian negara dalam menghadapi kekuatan Amerika dan tidak menyerah dalam menghadapi negara ini, dari rakyat-rakyat Kawasan, kewaspadaan dalam menghadapi politik Washington yang menuntut adanya pembagian kawasan dan menerima negaranya dalam melawan Amerika serta keserakahan negara ini.
Uni Eropa kemaren 1 Desember, telah diterbitkan daftar nama 180 orang ….yang berada dibawah sanksi baru Barat terhadap program nuklir Iran. Dan daftar ini mencakup menteri, peneliti, pejabat bank dan pejabat pengiriman industri, begitu juga pejabat garda Repolusi Islam Iran.
90969