Sayid Hamidullah Hasyimi, seorang penghafal Qur'an dari Afghanistan dan juara ketiga perlombaan internasional Qur'ani dalam wawancara dengan wartawan IQNA menceritakan kondisi negaranya yang kurang mendukung untuk aktifitas Qur'ani.
Menurutnya, susah sekali untuk belajar Al-Qur'an apa lagi harus menghafalnya, yang mana itu perlu bimbingan guru-guru mahir. Di Kabul jarang sekali ditemukan pusat-pusat pengajaran Qur'an resmi.
Sayid Hamidullah Hasyimi sendiri semenjak dewasa bermukim di Iran, tepatnya di kota Tehran, dan mulai menekuni hafalan Qur'an. Seusai menyelesaikan programnya ia kembali ke tanah air.
Iran, menurut pengakuannya, sebagai negara tetangga Afghanistan akan terus memberikan bantuan kepada para pelajar Qur'an dari negara itu.
988420