Menurut laporan IQNA, menukil dari warta berita Al-Yaum As-Sabi', menurut pernyataan Ikhwanul Muslimin, hingga saat ini 90% suara di seluruh penjuru Mesir telah dihitung, dan jumlah itu menunjukkan perlunya putaran kedua untuk pemilu.
Hasil pemilu beberapa saat yang lalu menunjukkan Abdul Mun'im Abul Futuh kandidat independen yang didukung oleh kaum Salafi Mesir mendahului Muhammad Morsi.
Diberitakan bahwa pemilu Mesir dimulai sejak hari Rabu kemarin dan berakhir kemarin sore dengan 13 kandidat.
Media masa memberitakan bahwa rakyat Mesir sangat aktif dalam mengikuti pemilihan umum ini.
Di sisi lain, Ehud Barak, perdana menteri Israel dalam kesan pertamanya terhadap terselenggaranya pemilu Mesir menyatakan bahwa perjanjian-perjanjian yang telah disepakati, seperti perjanjian Camp David, harus tetap berlanjut.
Ia pernah mengatakan: "Tanpa adanya perusahaan-perusahaan besar asing di Mesir, presiden Mesir akan menghadapi permasalahan ekonomi yang amat rumit."