IQNA

Metode menghafal Al‐Quran

1:30 - August 06, 2012
Berita ID: 2386316
Sebuah acara yang diadakan dalam pameran Al‐Quran Internasional dan kebudayaan Islam terdapat forum yang membahas tentang metode‐metode untuk menghafal Al‐Quran di berbagai negara.
Acara yang diselenggarakan pada selasa malam 31 Juli diprakarsai oleh Universitas Internasional Al‐Mustafa bersama dengan Departement Kebudayaan dan Bimbingan Islam yang dihadiri oleh beberapa Penghafal Al‐Quran dari Albania, Nigeria, Pakistan, India, Bangladesh, dan Tajikistan. Direktur umum universitas Internasional Al‐Mustafa yang termasuk universitas Al‐Quran dan hadis, Hossein Assadi mengatakan bahwa di Negara‐negara Muslim metode menghafal Al‐Quran mendapat perhatian khusus daripada membaca dan kegiatan lainnya. "Dalam Hadis diriwayatkan dari ahlul Bayt (AS), terdapat penekanan untuk belajar Al‐Quran dengan hati," tambahnya sambil menunjukkan hal‐hal lain dari Universitas yang telah melatih 700 penghafal AlQuran di tingkat mahasiswa. Salah satu mahasiswa yang hadir yakni Yatmir Chella dari Albania ikut memberikan gambaran tentang metode menghafal Al‐Quran dinegaranya yang dimulai dari “belajar Juz pertama, jus kedua dan seterusnya hingga keseluruhan bagian dapat dihafalkan" Hujjatul Islam Seyyed Mojtaba Akhtar Razavi dari India Negara yang 20% penduduknya menganut Islam mengatakan, di pusat Islam Sunni India siswa menghabiskan waktu selama dua tahun untuk belajar Al‐Quran dengan hati. Islameddin Gidayev dari Tajikistan mengatakan setelah jatuhnya komunis dinegaranya maka menghafal Quran telah tersebar dan metode penghafalan dimulai dari 3 jus akhir dari Al‐Quran lalu dilanjutkan pada juz pertama serta dilakukan pengulangan‐pengulangan ayat‐ayat merupakan pilar untuk dapat menghafal keseluruhan dari Al‐Quran. Turut juga memberikan metode menghafal Al‐Quran dimasing masing negaranya diantaranya Muhammad Shuaib dari Nigeria, Abrar Hussein dari Pakistan, dan Muhamamd Abdul Hasnan dari Bangladesh. 1067785
captcha