IQNA

Imam Khamenei mendesak menggagalkan usaha Musuh

3:51 - August 30, 2012
Berita ID: 2401602
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Imam Khamenei telah meminta para pejabat Iran untuk menggunakan segala sumber daya yang mereka miliki untuk melawan usaha Barat untuk membuat negara menjadi mundur.
"Kekuatan arogan telah mengerahkan semua kemampuan mereka untuk memaksa Iran mundur dan pemerintah Iran juga harus menggunakan semua sumber daya dan kapasitasnya dan melanjutkan tren progresif untuk menghancurkan delusi kekosongan dari musuh," kata Pemimpin Tertinggi dalam pertemuan dengan Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan kabinet menterinya pada hari Kamis, menandai hari pertama Pemerintah Iran. Imam menyatakan "Perlawanan ekonomi" adalah satu‐satunya cara ke depan Iran untuk melanjutkan tren progresif. "Dalam hal ini [jenis] ekonomi, tren progresif negara itu akan dipertahankan dan kerentanan sistem ekonomi terhadap usaha musuh akan berkurang," tambah Imam Khamenei. "Menggunakan semua kapasitas sektor pemerintah dan non‐pemerintah, membuat upaya serius untuk memecahkan masalah kehidupan bangsa, pemberantasan korupsi, mendukung produksi nasional, dan memerangi pemborosan adalah syarat perlawanan ekonomi." Sementara itu tidak ada kekurangan barang di dalam negeri, pejabat yang bertanggung jawab untuk mengatasi kenaikan harga dan penurunan daya beli masyarakat, sebagian dapat ditelusuri gejolak inflasi. Kenaikan likuiditas merupakan masalah yang harus dihadapi, dan meminta pejabat untuk menemukan solusi untuk menampung likuiditas dan menyalurkannya ke sentra produksi. Negara ini terus bergerak maju meskipun dengan kesulitan dan hambatan, "Bahkan team monitoring global mengakui tingkat kemajuan Iran, namun ada juga yang menderita delusi atas salahnya penilaian." Mengacu pada kegagalan usaha Barat terhadap Republik Islam Iran, Imam Khamenei mengatakan, secara umum pengganggu tidak akan meninggalkan permusuhan terhadap Iran dan mereka akan selalu mencari strategy baru sampai tercapai tujuaanya, sehingga para pejabat harus selalu siap dengan inisiatif dan strategi baru. Terdapat empat alasan atas meningkatnya permusuhan AS terhadap Republik Islam selama beberapa tahun terakhir, yaitu, kemajuan Iran yang terus menerus, kebangkitan slogan‐slogan revolusioner, kebangkitan besar dan sangat penting dari negara‐negara regional, dan mencegah Iran untuk menjadi panutan di mata bangsa‐bangsa. Imam Khamenei lebih lanjut menyerukan kepada pejabat untuk mengantisipasi dan mendahului gerakan musuh, "Jika kita bisa membaca skenario musuh 'sebelum keputusan mereka, kita akan lebih berhasil dalam penerapan inisiatif." Dalam pertemuan tersebut, Menteri Iran Urusan Ekonomi dan Keuangan Shamseddin Hosseini memberikan laporan tentang kondisi perekonomian negara, meskipun upaya musuh untuk mengintensifkan sanksi terhadap Republik Islam, Iran telah berubah menjadi kutub utama dalam pertumbuhan ekonomidi Timur Tengah . Di Tahun pemerintahan Iran sebelumnya (berakhir 19 Maret 2012) pertumbuhan ekonomi Iran termasuk pendapatan minyak meningkat dan mencapai 5,1 persen, kata Hosseini. Dia menambahkan bahwa investasi asing telah meningkat dari USD 1.600 juta pada tahun kalender Iran 1.386 (21 Maret 2007 ‐ 19 Maret 2008) menjadi 4.300 juta pada tahun 1.390 (21 Maret 2011 ‐ 19 Maret 2012). Dari sector non‐minyak ekspor Iran juga meningkat 2,3 kali sedangkan paritas bursa meningkat 2,8 kali lipat selama empat tahun terakhir. Sumber: Press TV 1083528
captcha