
Surah ke-77 dalam Al-Quran disebut «مرسلات» "Murslaat". Surah dengan 50 ayat ini diletakkan dalam juzuk ke-29 Al-Quran. Surah Mursalaat, merupakan salah satu surah Makiyah, sebagai wahyu yang ke-33 yang diturunkan kepada Nabi Islam (SAW).
Surah ini dinamakan «مرسلات» Mursalaat (bermaksud rasul - utusan); Kerana Allah SWT telah bersumpah di awal surah.
"Mursalaat" jamak daripada "Mursal" «مرسل» bermaksud mereka yang diutus.
Rasul yang dimaksud; sama ada malaikat yang membawa wahyu kepada Nabi atau juga bemaksud tiupan angin yang dihembuskan atau angin yang dikirim.
Dalam surah ini, Allah telah bersumpah dengan lima perkara yang sangat penting.
وَٱلْمُرْسَلَـٰتِ عُرْفًۭا
"Demi (makhluk-makhluk) yang dihantarkan berturut-turut (menjalankan tugasnya)".
فَٱلْعَـٰصِفَـٰتِ عَصْفًۭا
Juga yang merempuh mara dengan sekencang-kencangnya,
وَٱلنَّـٰشِرَٰتِ نَشْرًۭا
Dan demi (makhluk-makhluk) yang menyebarkan (pengajaran dan peringatan) dengan sebaran yang sesungguh-sungguhnya,
فَٱلْفَـٰرِقَـٰتِ فَرْقًۭا
Serta yang memisahkan (antara yang benar dengan yang salah) dengan pemisahan yang sejelas-jelasnya,
فَٱلْمُلْقِيَـٰتِ ذِكْرًا
Lalu menyampaikan pengajaran dan peringatan (kepada manusia),
(Al-Mursalaat 77: 1 - 5).
Ayat-ayat sumpah ini dengan sangat mendesak akan kepentingan berlakunya hari kiamat dan tanda-tandanya, serta keampunan Allah kepada manusia.
Surah Mursalaat membicarakan tentang perbuatan dan tanda-tanda penjenayah dan orang-orang yang soleh dan nasib akhir kedua-dua golongan ini, dengan menggabungkan penekanannya tentang hari kiamat dengan ancaman yang berat kepada mereka yang mengingkari hari kiamat.
Walaupun ancaman ini telah dibuat dalam surah-surah yang berbeza, surah ini mempunyai lebih banyak amaran dan ancaman daripada surah-surah yang lain, sehinggakan kalimah;
وَيْلٌۭ يَوْمَئِذٍۢ لِّلْمُكَذِّبِينَ
"Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (apa yang dijanjikan oleh Rasulnya)!
(Qs, Al-Mursalaat 77:15).
Ayat ini telah disebut sepuluh kali dalam surah ini, yang bermaksud Ia seolah-olah menjadi penghujung keterangan bagi orang-orang yang mendustakan hari kiamat.
Menurut Allamah Tabatabai (العلامة الطباطبایی); Hari Kiamat dikaitkan dengan peristiwa yang menunjukkan kepupusan dunia manusia.
Menurut beliau, ayat 8 hingga 12 Surah Mursalaat juga merujuk kepada beberapa kejadian pada hari kiamat antaranya gelap dan pudarnya bintang, terbelahnya langit, dan tercabutnya gunung-ganang yang merupakan tanda-tanda kepupusan kehidupan dunia manusia.