IQNA

8:56 - October 13, 2014
Berita ID: 1459718
Seorang Indonesia yang terbuka hatinya, (baca: arif,) menyebut Ghadir sebagai pintu gerbang jalan masuk pada wilayah kebenaran.

Menurut laporan IQNA, cabang Qom, konferensi para mahasiswa perayaan Ghadir diselenggarakan hari kemarin di auditorium Syaikh Mufid Universitas Qom, Minggu (12/10/2014).
Hujjatul Islam wal Muslimin Hasan Tono, seorang arif pelajar di hauzah ilmiah Qom dalam ceramahnya mengatakan, “Saya lahir di Indonesia dan tumbuh besar dalam sebuah keluarga bermazhab Syafi’i dan di usia saya yang ke 19, saya menemukan tendensi Wahabi dan saya mengikutinya.”
“30 sampai 50 juta orang penduduk negara ini adalah Wahabi, akan tetapi Wahabi Indonesia pada masa silam adalah orang-orang yang moderat, namun dalam dekade terakhir banyak sekali dari mereka menjadi anggota Al-Qaidah guna membantu tujuan-tujuan Bin Laden,” tambahnya.
Hujjatul Islam wal Muslimin Hasan Tono mengingatkan, saya sangat gembira sekali setelah terjadinya revolusi Islam di Iran, akan tetapi saya beranggapan setelah serangan Saddam banyak sekali remaja Iran yang meninggal dunia, yang mana kami untuk membantu para pejuang Iran pada tahun 84 memasuki negara Iran.
“Sekarang saya menyaksikan banyak sekali penduduk di Iran yang pergi ke medan perang dan untuk membuktikan pandangan Wahabi saya, saya mendatangi madrasah Hujjatiah, akan tetapi semua dialog dan pembahasan saya terpatahkan, dikarenakan orang-orang Syiah memiliki logika rasional yang sangat kuat dan menjawab ketidakpastian-ketidakpastian kami dengan referensi-referensi Ahlusunnah,” ucapnya.
Hujjatul Islam wal Muslimin Hasan Tono menegaskan, orang-orang Iran memiliki banyak keutamaan dan masyarakat ini senantiasa terus berkembang dan agama dalam masyarakat selalu terangkat, akan tetapi dalam masyarakat 240 juta Indonesia yang mayoritas dari mereka adalah kaum muslimin, agama sejati sedikit terlihat disana.
“Para remaja putri Iran merupakan manifestasi kesucian, kebersihan, dan kesusilaan, namun di negara-negara lainnya sedikit sekali para remaja putri memiliki kesusilaan dan keutamaan seperti di Iran,” ucapnya.
Orang arif Indonesia ini mengingatkan, Ghadir adalah kunci agama dan orang-orang yang tidak berwilayah tidak diragukan lagi tidak akan mendapatkan sesuatu apapun dari agama, karena jika kita mempertimbangkan jalan lurus (benar), maka berani saya katakan bahwa jalan yang dimulai dari Allah (Saw) dan nabi, dalam perjalanannya juga butuh kepada seorang wali sehingga dapat memberi petunjuk kepada masyarakat.

1459525

Kunci-kunci: Islam
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\