IQNA

Peran Emirat dalam Penyebaran Islamofobia di Eropa

8:21 - January 31, 2026
Berita ID: 3483309
IQNA - Menurut hasil sebuah penelitian, Uni Emirat Arab memainkan peran utama dalam penyebaran Islamofobia di Eropa.

Menurut Iqna mengutip Emirates Leaks, Sebuah penelitian telah mengungkap data mengejutkan tentang apa yang digambarkan sebagai "sistem digital terkoordinasi" yang memimpin kampanye besar-besaran untuk menghasilkan dan memicu wacana Islamofobia di Eropa terhadap Muslim Eropa. Sistem ini beroperasi melalui jaringan dunia maya yang luas, yang dikatakan terkait dengan Abu Dhabi, dan bekerja dalam koordinasi yang jelas dengan tokoh, partai, dan gerakan sayap kanan di Barat.

Penelitian ini menempatkan isu ini dalam konteks yang lebih luas dari "perang digital" yang melampaui pengaruh media hingga membentuk wacana publik, menekan para pembuat keputusan, dan pada akhirnya memengaruhi kebijakan dan tindakan konkret dalam praktik.

Yang perlu diperhatikan, penelitian ini menemukan bahwa Islamofobia di Eropa bukanlah gerakan spontan atau ekspresi sentimen publik, melainkan kampanye yang "sistematis dan terencana". Kampanye ini bergantung pada penguatan konten yang terkoordinasi dan pengulangan pesan yang sama dalam format yang berbeda, menghadirkan kesan palsu tentang status quo.

Menurut penelitian tersebut, tujuannya adalah untuk menghubungkan segala hal yang berbau Islam di Eropa dengan Ikhwanul Muslimin dan untuk menggambarkan masjid dan lembaga-lembaga Islam sebagai "pusat ekstremisme" dan "ancaman keamanan", sebuah upaya untuk melegitimasi kebijakan penindasan dan penganiayaan terhadap Muslim di Eropa.

Penelitian ini juga menunjukkan koordinasi yang signifikan antara aktivitas jaringan digital ini dan kampanye yang dipimpin oleh aktivis dan partai sayap kanan di Eropa. Dengan kata lain, kedua pihak saling bertukar konten. Akun-akun yang terkait dengan jaringan ini memperkuat pernyataan dan pidato sayap kanan, sementara kelompok-kelompok ini, pada gilirannya, mereproduksi narasi yang sama di media tradisional dan parlemen-parlemen.

Menurut penelitian ini, sekitar 98 persen konten yang dipublikasikan yang menentang Muslim di Eropa adalah palsu dan dibuat-buat, dan persentase ini jelas menunjukkan bahwa apa yang terjadi bukanlah debat sosial yang normal, melainkan proses manipulasi opini publik menggunakan alat digital yang terorganisir. (HRY)

 

4331112

Kunci-kunci: Peran ، emirat ، penyebaran ، islamofobia ، eropa
captcha