Iqna menukil dari situs resmi kepresidenan, bahwa Presiden Republik Islam Iran, Mahmud Ahmadi Nejad mengatakan hal itu dalam pertemuannya dengan Amr Musa, Ketua Persatuan Negara-Negara Arab di sela-sela acara konfrensi OKI di Senegal.
Selain itu beliau menegaskan, bahwa segala bentuk hubungan diplomatik dengan Israel akan
menambah problem dan krisis di Timteng. Bahkan akhir dari menganggap resmi eksistensi Israel akan menyebabkan kehancuran diri sendiri, tambahnya.
Karena itulah kata beliau tidak ada yang lebih pantas dari logika agresi mereka untuk menguasai dari sungai Nil hingga Efrat selain perlawanan secara bersama-sama seluruh masyarakat Timteng sehingga akan menyesal atas gagasan dan impiannya itu.
Ahmadi Nejad menganggap, bahwa solusi yang ditawarkan oleh RII adalah solusi yang sangat logis dan bermartabat, dimana hendaklah dilakukan refrendum di antara seluruh penduduk Palestina, sehingga dengan demikian mereka sendiri yang akan menentukan nasib mereka dalam menyelesaikan seluruh problema yang terjadi hingga saat ini.
Menurutnya pula, berbagai kekayaan aktual dan potensial negara-negara Islam sebenarnya bisa dipergunakan untuk menghentikan segala bentuk agresi agresor Israel, seperti Minyak dan hubungan ekonomi.
Ahmadi Nejad juga menegaskan, bahwa masayrakat Timur Tengah di antara mereka tidak memiliki problem apapun sehingga butuh kepada pihak-pihak lain yang harus datang dari tempat ribuan kilometer untuk ikut membantu menyelesaikan problema di antara mereka.
Berkenaan dengan resolusi terakhir DK Keamanan PBB kepada Iran atas pengayaan tenaga nuklir untuk tujuan damai, Ahmadi Nejad menegaskan, bahwa sama sekali tidak akan memiliki dampak sedikitpun dan mereka hanya bermimpi saja jika mereka mengharapkan hal itu.
Sedangkan Amr Musa menyebutkan perkembangan baik persatuan dan kesatuan negara-negara Arab dan Timur Tengah untuk menggagalkan rencana pengembangan Israel Raya dan rencana Anapolis.
233062