IQNA

21:36 - December 22, 2016
Berita ID: 3470890
IRAN (IQNA) - Hasil pooling baru menunjukkan dalam menghadapi kekerasan dan kondisi seseorang yang teraniaya, kaum muslim dan umat Hindu lebih cenderung untuk membantu dan menolong.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari harian The Independent, sekitar 30% muslim dan 40% umat Hindu di Amerika mengatakan akan ikut terjun jika melihat kondisi semacam ini guna membantu orang-orang yang teraniaya.

Pooling yang dijalankan ke sekitar 2 ribu orang ini menanyakan apa yang akan dilakukan jika melihat sebuah kondisi krisis atau ketidakadilan sosial dalam masyarakat.

Mayoritas jawaban positif untuk membantu berasal dari umat Hindu dan kaum Muslim yang ikut berpartisipasi dalam pooling tersebut.

Pooling tersebut menunjukkan umat Kristen kurang berhasrat untuk terjun dalam kondisi tersebut.

Membahayakan keamanan dirinya untuk membantu orang lain, dikarenakan melanggar kemaslahatan dan hasil-hasil yang tidak jelas, yang terkadang hal itu memperparah kondisi senantiasa menjadi sebuah pertanyaan untuk manusia.

Stacia Malonye, salah seorang penanggung jawab pelaksana riset tersebut mengatakan, kita semua dalam menghadapi sebuah ketidakadilan sosial kita menghadapi dengan sejenis rasa pertempuran atau rasa lari. Ini semua respon cepat dan sesaat yang hendak kita kaji dengan penomoran pada mereka.

Ia menambahkan, agama bukanlah faktor efektif dalam pengambilan keputusan dalam kondisi semacam ini. Gender juga memiliki peran signifikan dalam hal ini.

Para wanita lebih cenderung menonton dan tidak mau terjun ke medan, namun laki-laki mayoritas akan membantu.

Ideologi politk juga sedikit ikut campur dalam pengambilan keputusan tersebut.

http://iqna.ir/fa/news/3555527

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\