IQNA

6:50 - July 15, 2015
Berita ID: 3328231
ISTANBUL (IQNA) - Pusat Penelitian Sejarah, Seni dan Kebudayaan Islam (ARSIKA) di Istanbul, Turki, mengakumulasi dan memublikasikan naskah Al-Quran terkuno, yang terkait pada abad satu Hijriah dari pelbagai negara.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari harian Daily Sabah, pusat riset ini dengan mengakumulasi naskah-naskah Al-Quran terkuno dari perpustakaan dan museum-museum kredibel dunia, selain mencetak naskah ini, juga mendigitalkannya.
Menurut penuturan Prof. Khaled Arn, Direktur Pusat Penelitian Sejarah, Seni dan Kebudayaan Islam (ARSIKA), markas ini memulai akumulasi dan publikasi naskah-naskah kuno Al-Quran sejak tahun 2005.
“Dari tahap riset sampai publikasi, sebuah komite mengawasi kinerja naskah ini,” ucapnya.
Prof. Arn menambahkan, naskah Al-Quran yang ada dari abad 1 Hijriah tidak sampai sepuluh naskah. Kami mulai mencetak ulang salinan naskah ini dengan naskah yang lebih dekat dengan kami dari selainnya dan naskah tersebut disimpan di museum Istana Topkapi - Istanbul. Naskah ini dicetak setelah diedit secara ilmiah dan dianalogikan dengan naskah-naskah Al-Quran lainnya.


“Akumulasi naskah kuno ini dengan memperhatikan nilai luhurnya sangatlah tidak mudah. Paling susahnya adalah Al-Quran besar Mashad al-Husain-Aleppo, yang selanjutnya dipindahkan ke museum naskah khat Kairo dan setelah melakukan negoisasi dengan para penanggung jawab Mesir, naskah ini diserahkan kepada kami,” tambahnya.
Lebih lanjut, Direktur Pusat Penelitian Sejarah, Seni dan Kebudayaan Islam mengatakan, setelah itu dilakukan penelitian yang luas atas naskah ini. Selanjutnya kami berhasil membawa naskah lain ke sini, yang dinisbahkan kepada Imam Ali (As) dari Sana’a, ibukota Yaman.
Demikian juga, Prof. Khaled Arn mengatakan, kami juga mengumpulkan naskah-naskah lain dari negara-negara lainnya, dimana sekarang ini dalam percetakan. Juga dikumpulkan naskah-naskah dari kota Paris, London, Tübingen (Jerman), yang sedang diproses.
“Urgensitas Al-Quran ini, dimana merupakan Al-Quran pertama yang ditulis adalah menunjukkan tidak ada perubahan sama sekali dalam Al-Quran,” tegasnya.
Menurut penuturan Direktur Pusat Penelitian Sejarah, Seni dan Kebudayaan Islam (ARSIKA), yang berafiliasi dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), naskah ini juga memiliki urgensitas karena aspek seni, khat, keragaman kertas dan penjilidan.

3327826

Kunci-kunci: Quran
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: