IQNA

10:02 - July 26, 2016
Berita ID: 3470561
MESIR (IQNA) - Dr. Ahmed al-Tayeb meminta pengeluaran fatwa-fatwa oleh ulama Ahlussunnah dan Syiah untuk menghentikan konflik dan pertumpahan darah antar dua mazhab ini.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Al-Alam, Dr. Ahmed al-Tayeb, Syaikh Al-Azhar menjelaskan hal ini dalam menjawab pertanyaan reporter situs internet Al-Anbiya’ Kuwait tentang urgensi pendekatan antar Sunnah dan Syiah dan menambahkan, tidak ada perbedaan antara Sunnah dan Syiah, kesemuanya mengikrarkan Syahadatain dan metode Al-Azhar adalah publikasi moderasi intelektual dan ideologi.

"Al-Azhar meminta taqrib (pendekatan) antar Sunnah dan Syiah. Ketika Dar al-Taqrib Mazahib Islami didirikan, Mahmud Syaltut, Eks Syaikh Al-Azhar dan Taqiyyuddin al-Qummi, marja Syiah merupakan andalannya, karenanya dalam 14 abad umur Islam tidak ada konflik antara Syiah dan Sunnah,” imbuhnya.

Dr. Al-Tayeb dengan mengisyaratkan bahwa taqrib mazahib Islam merupakan pendekatan utama Al-Azhar, juga meminta pertemuan para ulama besar Ahlusunnah dan Syiah di Al-Azhar untuk mengeluarkan fatka keharaman membunuh Ahlusunnah oleh Syiah dan pembunuhan Syiah oleh Ahlusunnah.

Ia menganggap kinerja ini sebagai penghenti kolam darah di kawasan dan menyelamatkan umat dari konspirasi-konspirasi yang ada, dimana masyarakat kawasan membayarnya dengan darah dan jiwanya.

Dr. Al-Tayeb mengatakan, tidak semestinya mendengarkan ucapan pribadi, dimana tujuan mereka adalah menciptakan perpecahan antara Sunnah dan Syiah. Namun, ironisnya suara orang-orang seperti ini mencuat di media-media dan mendapatkan dukungan yang tidak menghendaki padamnya api fitnah, namun kami menghendaki pendekatan antar para penganut mazhab.

http://iqna.ir/fa/news/3517516

Kunci-kunci: Mesir ، Al-Azhar ، Sunnah ، Syiah
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\