IQNA

Untuk Kedelapan Kali Berturut-turut;
16:15 - September 26, 2017
Berita ID: 3471588
BASRAH (IQNA) - Mandaean kota Basrah di selatan Irak, untuk kedelapan kalinya berturut-turut, dengan mendirikan maukib di pusat kota, memberikan pelayanan kepada para pengkabung Abu Abdillah.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Al-Sumaria News, Ghazi Luaibi, Ketua Dewan Urusan Kelompok Mandaean Basrah dengan mengisyaratkan pendirian maukib pemberi pelayanan kepada para peziarah Husaini oleh para penganut Mandaean mengatakan, maukib ini untuk kedelapan kalinya berturut-turut diluncurkan dengan nama Maukib Yahya bin Zakariyya (as) di kawasan pusat Basrah.

Ia lebih lanjut mengatakan, tujuan dari pendirian maukib ini adalah partisipasi dengan umat muslim dalam pelaksanaan acara berkabung pada bulan Muharram, karena kami adalah keturunan satu daerah dan masyarakat Basrah sudah ratusan tahun tersohor dengan toleransi dan koeksistensi.

"Kami melihat kebangkitan Imam Husain (as) sebagai sebuah permasalahan kemanusiaan, yang disertai dengan makna-makna luhur nan mulia,” tegas Luaibi.

Ia melanjutkan, Mandaean tidak hanya sekedar berpartisipasi dalam pendirian maukib semata, bahkan sebagian dari mereka juga pergi ke Karbala untuk berpartisipasi dalam acara Arbain Husaini.

Luaibi Al Khamis, Juru Bicara Media Manadean Basrah juga mengatakan, maukib yang didirikan oleh masyarakat Mandaean di kawasan ini dari Basrah dengan berbagai jenis makanan dan minuman hangat, siap menyambut para peziarah Husaini.

"Maukib lain milik Mandaean dibuat di kawasan Al-Zubair, Basrah dimana aktivitas maukib ini pada tahun ini semakin luas dan siap menyambut para pengkabung.

Perlu diketahui, berdasarkan referensi sejarah, agama Mandaean termasuk salah satu agama Monoteistik tertua, dimana pusat para penganut agama ini di sejumlah propinsi selatan Irak dan kota Ahwaz Iran.

Puluhan ribu warga Mandaean tinggal di beberapa kota Barat, seperti Norwegia, Belanda, Swedia dan Inggris, sementara itu ribuan warga yang tinggal di Mandaean Basrah setelah tahun 2003 telah bermigrasi dari tempat ini dan sekarang ini tidak ada statistik resmi tentang jumlah mendetail mereka.

http://iqna.ir/fa/news/3645724

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\