IQNA

19:51 - May 27, 2018
Berita ID: 3472214
DIHQA (IQNA) - Perwakilan dari sembilan negara Kazakhstan, Australia, Perancis, Singapura, Sudan, Benin, Burundi, Maladewa dan Republik Demokratik Kongo berkompetisi satu sama lain pada malam kedua musabaqoh DIHQA.

 Kompetisi 9 Negara di Malam Kedua DIHQA

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs resmi Emirat al-Bayan, pada malam kedua DIHQA ke-22, Shukhan Valiof dari Kazakhstan, Musavian Anvar dari Australia, Ishaq Matwinlah dari Perancis, Mohammed Zubair bin Adli Nazari dari Singapura, Mohammad Abdullah Barimah Abdul Karim dari Sudan, Zhulkifli Osuma dari Benin, Nadira Aghiji Amman dari Burundi, Murshid al-Amin dari Maladewa dan Shadadi Qassim Muhammad dari Republik Demokratik Kongo, berkompetisi satu sama lain di hadapan Ibrahim Mohammad Bu Melha. Ketua Komite penyelenggara musabaqoh dan anggota komite juri.

Ibrahim Huwaimil, Ketua komite DIHQA ke-22 di Dubai, menyatakan: “Pada malam kedua musabaqoh, kami menyaksikan persaingan yang ketat dan tingkat partisipasi yang tinggi antar para peserta.”

Dia lebih lanjut mengisyaratkan penggunaan teknologi terbaru dalam penjurian musabaqoh ini dan berkata, peserta akan diambil ujian pendahuluan di tempat kediaman mereka di hotel sebelum hadir di podium musabaqoh.

Tujuh peserta dari Yordania, Tanzania, Uganda, Tajikistan, Gabon, Portugal dan Myanmar melantunkan tilawah pada malam pertama musabaqoh, yang diadakan pada Rabu malam (23/5).

Perlu diingat bahwa musabaqoh DIHQA ke-22 tahun ini diadakan dengan dihadiri para hafiz Alquran dari 104 negara, dan bagian utama musabaqoh ini dimulai pada hari ketujuh Ramadhan di Kamar Dagang dan Industri Dubai, dan akan berlanjut sampai tanggal kedua puluh bulan ini.

Musabaqoh ini diadakan dalam kategori hafalan seluruh Alquran dan Mohammad Reza Zahedi, hafiz remaja 30 juz Alquran, mewakili Republik Islam Iran dalam musabaqoh tersebut.

 

http://iqna.ir/fa/news/3717569

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\