IQNA

15:33 - June 29, 2018
Berita ID: 3472290
MYANMAR (IQNA) - Cannel HAM Myanmar dengan mengkritik kebijakan-kebijakan rasisme pemerintah negara ini terhadap warga Rohingya mengumumkan, tidak memberikan hak kewarganegaraan dan pengeluaran kartu identitas telah membahayakan umat muslim Rohingya.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs Arakan, canel HAM Myanmar melaporkan, ribuan muslim Myanmar yang saat ini tinggal di Thailand, dikarenakan kebijakan diskriminasi Myanmar, sedang memikul denda keuangan dan atau dikeluarkan.

Perangkat pengadilan Thailand tahun lalu mengafirmasi perlunya menyodorkan kartu pengenal bagi imigran yang ingin melanjutkan kerjanya dan dengan berakhirnya bulan ini, semua pekerja imigran yang ada di Thailand dan ingin melanjutkan kerjanya secara legal, maka mereka harus menunjukkan identitas mereka.

Sementara sejumlah riset yang dilakukan oleh canel HAM Myanmar di perbatasan Thailand dan Myanmar menunjukkan, 80% muslim yang lahir di Thailand sama sekali tidak memiliki segala bentuk kartu identitas apapun dan menunjukkan identitas kewarganegaraan dengan dokumen.

Kyaw Win, Direkrur Eksekutif canel HAM Myanmar menegaskan, kebijakan tidak memberikan hak kewarganegaraan kepada muslim dalam pemerintahan Myanmar yang menyebabkan migrasi mereka ke negara-negara tetangga, menyebabkan munculnya orang-orang tanpa identitas di Thailand.

Ia meminta pemerintah Myanmar, dengan komitmen pada pokok-pokok HAM, agar mengakhiri kinerja-kinerja diskriminasi yang tidak memberikan hak kewarganegaraan dan atau memaksa mereka untuk menyodorkan dalil-dalil irasional untuk membuktikan identitas mereka.

Perlu diketahui, dengan dimulainya serangan brutal militer pada bulan Agustus tahun lalu terhadap umat muslim di Myanmar yang disebut pembersihan rasisme oleh PBB, 700 ribu muslim minoritas Myanmar telah kabur dari negara ini dan berlindung ke perbatasan-perbatasan Myanmar dan Bangladesh.

 

http://iqna.ir/fa/news/3725875

Kunci-kunci: Myanmar ، Warga Rohingya ، Kritikan ، Canel HAM ، IQNA
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\