IQNA

17:16 - December 03, 2018
Berita ID: 3472709
FILIPINA (IQNA) - Pameran Kaligrafi munajat Imam Ali (as) dan puisi mistis bersama dengan workshop kaligrafi Nastaliq diadakan di universitas yang berafiliasi dengan tempat ibadah Buddha Filipina.

Menurut laporan IQNA dari Filipina, pameran foto dan kaligrafi munajat Imam Ali as dan puisi-puisi mistis Maulana, Sa’di dan Saib Tabrizi, dari para penyair besar Iran, diadakan atas prakarsa atase kebudayaan Iran di Manila, di universitas Fo Guang di Manila, dan Mohammed Tanhai, duta besar Iran untuk Filipina, Mohammad Jafari Malek, atase budaya Iran di Manila, Miao Jing, pemimpin umat Buddha di Filipina, sekelompok orang Iran, profesor Universitas De La Salle, Filipina, Carera, ketua universitas Fo Guang dan anggota populasi Focolare negara ini hadir dalam acara tersebut.

Miao Jing, pemimpin Buddhis Filipina, dalam pidatonya menyatakan harapannya bahwa kaligrafi Nastaliq akan diajarkan sebagai salah satu pelajaran bagi para mahasiswa seni universitas Buddha (Fo Guang) dengan bantuan atase kebudayaan Iran, dan tidak cukup dengan menghadiri workshop satu hari ini.

Selanjutnya, duta besar Iran untuk Manila, Mohammed Tanhai berbicara tentang sejarah dan peradaban Iran Islam. Dia menyatakan: "Seni kaligrafi di Iran bukan hanya untuk menulis semata; namun kombinasi seni dan cinta yang muncul; gabungan seni kaligrafi cinta dan keindahan dan dua elemen ini yang dapat dimengerti oleh semua orang.

Tandis Taghavi, seniman Iran dan penanggung himpunan kaligrafi Iran Cabang Manila termasuk pembicara lain dalam acara tersebut dan mengatakan, Dokter Ranajit Pal memiliki artikel tentang kebangkitan agama-agama Buddha dan Zoroastrianisme di Persia kuno, yang menurut artikel ini adalah mungkin bahwa Buddha adalah salah seorang pangeran dari Persia dan berdasarkan pada buku "Buddha Babilonia; Sejarah yang hilang dan visibilitas kosmos" oleh "Hardy Kraft," penulis Amerika, jejak Siddhartha Gautama, pendiri Buddha terlihat di Persia kuno; penelitian yang lain menunjukkan bahwa Buddha adalah seorang pangeran Nepal, tapi tidaklah penting Buddha ini terkait kawasan mana. Bagian bernilai dari sastra dunia adalah ajaran-ajaran Buddha, “ucapan baik”, “pikiran baik”, dan “perangai baik” termasuk delapan ajaran-ajaran asli sang Buddha adalah sepenuhnya selaras dengan tiga pokok ajaran Nabi Iran kuno, Zoroaster.

Dia lebih lanjut menjelaskan konsep taqwa dalam Islam dan menambahkan: “Dalam Alquran, kami percaya Tuhan adalah pencipta semua manusia, dan supremasi manusia sendiri hanyalah taqwa. Taqwa berarti menjahui dosa, dan Imam Ali (as), Imam pertama Syiah, juga mengatakan: “Taqwa adalah yang menghindarkan manusia dari segala hal yang menghantarkannya pada dosa.”

Taghavi demikian juga mengatakan: "Kita semua mengetahui kematian semua manusia dari setiap agama dan mazhab, dan akrab dengan dunia, memiliki kekayaan yang melimpah serta menikmati materialitas, tidak dapat menyelamatkan manusia dari kematian, dan ini adalah masalah yang ditekankan dalam Islam, sementara Nabi Islam (saw) mengatakan: "Wahai anak Adam, janganlah kamu bergantung dengan dunia, dan jangan akrab pada dunia, karena Anda akan segera terpisah darinya."

 

http://iqna.ir/fa/news/3768583

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\