IQNA

20:08 - December 21, 2018
Berita ID: 3472753
SURIAH (IQNA) - Seorang juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan dukungan udara akan terus berlanjut sampai pasukan AS tiba di Suriah.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu Turki, kata juru bicara Departemen Pertahanan Amerika, Sean Robertson mengatakan, kami tidak berspekulasi tentang operasi masa depan.

Penekanan Robertson pada dukungan udara pasukan Amerika, dengan tidak menyebutkan nama kelompok teroris "Y.P.G." dan "PKK", adalah titik yang perlu diperhatikan dalam pernyataan-pernyataan ini.

Sebelumnya, pejabat senior AS dalam percakapan dengan Reuters mengatakan penarikan pasukan Amerika dari Suriah berartikan penghentian serangan udara terhadap ISIS.

Keluarnya Pasukan Amerika dari Suriah

Sejumlah media AS mengklaim bahwa pemerintah berencana untuk menarik sekitar 2.000 personel militer dari Suriah. Pasca rilis berita tersebut, Donald Trump (presiden Amerika Serikat) juga menulis dalam pesan Twitter bahwa kami telah mengalahkan ISIS, yang merupakan satu-satunya alasan untuk kehadiran kami di Suriah.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan, kami akan memanggil pasukan AS dari Suriah saat kami memasuki fase baru dalam perang melawan ISIS.

Di sisi lain, juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Rob Manning, merujuk pada penarikan pasukan dari Suriah, telah mengisyaratkan kerjasama Washington yang terus berlanjut dengan "mitra lokal" di Suriah.

Intervensi militer AS di Suriah dimulai pada September 2014, atas perintah Barack Obama. Tindakan militer ini dilakukan berdasarkan pasal 51 Piagam PBB tentang perlunya melindungi hak individu atau kolektif terhadap serangan bersenjata.

 

http://iqna.ir/fa/news/3774295

 

 

Kunci-kunci: Suriah ، Pentagon ، Pasukan Amerika
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\