IQNA

14:27 - January 14, 2019
Berita ID: 3472813
FILIPINA (IQNA) - Acara membawa patung Yesus (as), yang disebut Black Nazarene, dengan tradisi bertabarruk kepada patung itu, diadakan dengan dihadiri orang-orang Kristen Filipina di negara itu.

Menurut laporan IQNA, Acara ini diadakan setiap tahun pada tanggal 9 Januari dengan kehadiran ratusan umat Katolik di jalan-jalan Manila, dan disebut dengan Black Nazarene.

Pawai untuk membawa patung Kristus (as) dimulai di Taman Rizal Manila dan berlanjut ke Katedral Quiapo atas nama Katedral Kecil. Acara ini diselenggarakan sekitar tujuh kilometer berjalan kaki dalam waktu sekitar 20 jam pada rute tertentu.

Selain patung utama orang-orang dalam kelompok-kelompok kecil atau secara individu, mereka juga membawa patung-patung yang mirip dengan patung-patung asli di rute ini. Biasanya patung-patung ini ada di gereja-gereja kecil di pelbagai daerah.

Narasi Atase Kebudayaan

Menurut Mohammad Jafari Malek, atase kebudayaan Iran di Manila yang telah menghadiri acara tahun ini mengumumkan, “Menurut apa yang saya lihat secara pribadi, serta laporan pers dan media, populasi yang berkerumun sebagian mencapai lebih dari ratusan ribu. Dalam acara ini, Patung Hitam Yesus Kristus, dengan ukuran tinggi orang dewasa diarak sekitar tujuh kilometer dari Taman Nasional Rizal, Taman Manila terbesar. Biasanya berlangsung dari 18 hingga 22 jam, di mana populasinya tidak berkurang, tetapi semua orang menyaksikan kerumunan orang-orang yang berjuang untuk menyentuh patung dan mencapai impian mereka, dan kadang-kadang kepadatan yang berlebihan ini menyebabkan korban dan cedera.”

Bertabarruk dengan Patung Al-Masih (as) di Filipina

Orang pertama dari kanan: Mohammad Jafari Malek, Atase Kebudayaan Iran di Filipina, bersama dengan para hadirin pada upacara Black Nasiriyah

Orang-orang Katolik Filipina sangat percaya pada patung ini sebagai patung suci, dan karenanya, untuk mendekatinya, bahkan jika ada risiko celaka, mereka mengambil risiko tersebut dan mencoba untuk menyentuhnya.

Orang-orang ini berjalan kaki bermil-mil, sehingga barang kali di rute ini mereka dapat menggapai harapannya dan mengusapkan handuk atau kain-kain yang dibawanya ke patung tersebut, untuk mengambil berkah.

Bertabarruk dengan Patung Al-Masih (as) di Filipina

Orang-orang Filipina dengan berpakaian merah pada upacara itu. Pada pakaian ini, tertulis tulisan khusus untuk hari upacara.

Kain Tabaruk Tidak Akan Hilang

Pablo Bai Bado, seorang profesor teologi di Universitas St. Thomas di Filipina mengatakan, “Salah satu kepercayaan orang Filipina adalah bahwa handuk tabaruk tersebut, setelah disentuhkan dengan patuh Yesus, di tengah-tengah banjir besar penduduk akan kembali ke pemiliknya dan tidak mungkin handuk atau kain tersebut ini hilang di antara populasi.”

Di sela-sela acara, sejumlah penjual juga menjual patung yang mirip dengan patung utama, pakaian, dan aksesori untuk hari ini, kebanyakan orang datang dengan pakaian warna merah tua, merah, dan kuning serta gambar-gambar Yesus.

Bertabarruk dengan Patung Al-Masih (as) di Filipina

Anak-anak dengan kaus merah hati pada upacara tersebut. Kombinasi warna merah hati dan kuning adalah pakaian yang umum dipakai dalam acara tersebut.

Informasi yang ada menunjukkan bahwa dalam 20 tahun terakhir kepadatan populasi di festival keagamaan di seluruh dunia jarang mencapai kepadatan populasi acara di Filipina. Sejak perjalanan Paus Francis pada Januari 1995 ke Filipina, jumlah peserta telah meningkat secara dramatis.

Kehadiran Paus

Paus John Paul II, mantan pemimpin Katolik dunia berkunjung ke Filipina pada tahun, kunjungan tersebut juga berkontribusi pada peningkatan jumlah peserta dalam festival keagamaan Black Nazarene. Dikatakan bahwa pendirian patung ini di Gereja Kiapo selalu menjadi booming gereja selama bertahun-tahun.

Bertabarruk dengan Patung Al-Masih (as) di Filipina

Pedagang emperan pun tidak mau ketinggalan sibuk menjual pakaian yang dipakai pada hari itu

Patung Yesus Kristus adalah simbol cinta dan upaya untuk orang-orang Kristen dan Katolik Filipina dan orang-orang di negara ini percaya bahwa patung ini menyebabkan pengampunan dosa dan menyembuhkan penyakit, banyak juga yang percaya bahwa patung Yesus Kristus itu memiliki keramat dan mukjizat serta banyak pasien, termasuk pasien kanker yang tak tersembuhkan, mendapatkan kesembuhan dengan bertawasul pada patung tersebut.

Catatan Sejarah

Melihat catatan sejarah dari festival keagamaan ini menunjukkan bahwa program ini dimulai pada abad ke-17 dan peringatannya dimulai pada 9 Januari 1787, yaitu ketika patung ini dipindahkan dari tempat aslinya yakni Taman Rizal ke gereja Kiapo

Bertabarruk dengan Patung Al-Masih (as) di Filipina

Orang-orang Filipina berjalan kaki dalam upacara yang berlangsung bermil-mil

dan dari situ sampai sekarang, yang berusia 232 tahun, jumlah orang yang bertawassul kepadanya setiap tahun semakin bertambah.

Dikatakan bahwa patung itu dibawa ke Filipina pada tahun 1606. Karya ini dipahat oleh pematung Meksiko yang diukir dari kayu dan patung mengalami kerusakan selama operasi merebut kembali Manila dari penjajah Jepang selama Perang Dunia Kedua (1945) tetapi kemudian diperbaiki.

Salah satu urgensi dan kesucian patung itu bagi umat Katolik Filipina adalah bahwa patung ini tetap utuh dalam kebakaran kapal yang mengangkutnya dan dari gempa dan banjir dan bahkan pengeboman; tentu saja, beberapa bagian rusak, tetapi telah dipulihkan, karenanya masalah ini semakin menambah spiritualitas para penganutnya.

Bertabarruk dengan Patung Al-Masih (as) di Filipina

Patung ini mirip dengan patung asli yang dibawa oleh peserta bersamaan dengan upacara

http://iqna.ir/fa/news/3780476

 

 

Kunci-kunci: Filipina ، Bertabarruk ، Patung Al-Masih
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\