IQNA

Di Turki:
11:48 - February 28, 2019
Berita ID: 3472926
MESIR (IQNA) - Sekelompok warga Mesir yang tinggal di Istanbul, ibu kota Turki, menyelenggarakan aksi protes damai dengan tema Teriakan Hening, sebagai protes atas eksekusi massal di negara mereka.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu Turki, orang-orang ini, dengan memegang spanduk dalam bahasa Inggris, Turki, dan Arab, menyerukan penghentian eksekusi dan melontarkan slogan-slogan seperti "As-Sisi, pembunuh harus diadili".

Di akhir demo, sebuah pernyataan dibacakan oleh Rizvan Kaya (kepala Asosiasi untuk Pendidikan dan Pemikiran Bebas), yang mengisyaratkan pada pelanggaran HAM setelah kudeta terhadap Mohamed Morsi (presiden terpilih) disebutkan: Saudara-saudara kita di Mesir dieksekusi dan penindasan ini terjadi di depan mata dunia.

Dalam hal ini, juru bicara Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Rupert Colville telah menyatakan keprihatinan atas eksekusi 15 orang di Mesir dan meminta pihak berwenang Mesir untuk menghentikan eksekusi.

Pengadilan Mesir pada tanggal 20 Februari telah mengeksekusi 9 orang dengan dakwaan teror Hisham Barakat (Jaksa Agung Mesir). Dengan demikian, 15 orang dieksekusi pada Februari tahun ini.

Hisham Barakat terbunuh dalam sebuah ledakan pada Juni 2015, yang menarget kelompok rombongannya. Jamaah Ikhwanul Muslimin dan gerakan Hamas telah menyatakan bahwa mereka tidak memainkan peran apa pun dalam insiden itu.

Sejak pelengseran Mohamed Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih, protes dan kerusuhan di negara ini telah dimulai dalam kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah Sisi pada Juli 2013.

Sejauh ini, ribuan oposisi kudeta, yang mayoritas adalah anggota jamaah Ikhwanul Muslimin, telah ditahan dan ratusan dari mereka telah dihukum mati atau dipenjara dalam berbagai kasus.

 

http://iqna.ir/fa/news/3793069/

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\