IQNA

17:13 - April 08, 2019
Berita ID: 3473029
KASHMIR (IQNA) - Dalam konflik antara Jammu dan Kashmir (kota-kota yang terletak di India dan Pakistan), selama tiga bulan pertama tahun 2019, 162 orang tewas.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu Turki, menurut laporan koalisi masyarakat sipil Jammu dan Kashmir, pada kuartal pertama tahun ini, 83 pasukan keamanan India, 58 pejuang penuntut kebebasan dan 21 warga sipil tewas dalam berbagai peristiwa kekerasan di kawasan itu.

Laporan itu mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam konflik bersenjata 29 tahun di kawasan itu, jumlah pasukan keamanan India yang tewas lebih banyak dari jumlah penjuang penuntut kebebasan dan seluruh orang yang tewas dalam tahun lalu berjumlah 119 orang.

Laporan itu juga mencatat bahwa pada tanggal 14 Februari lalu, 48 orang tewas dalam serangan ke Markas Besar Polisi Jammu dan Kashmir di bawah kekuasaan India.

Perlu disebutkan bahwa sejak kemerdekaan India dan Pakistan dari kolonialisme Inggris, telah terjadi tiga perang (1947, 1965 dan 1971) antara kedua negara mengenai masalah Kashmir dan 70.000 orang tewas dalam bentrokan tersebut.

Kelompok-kelompok penuntut kebebasan Kashmir mulai memperjuangkan kemerdekaan dari India dan bergabung dengan Pakistan pada tahun 1989. Sejak 1989 sampai sekarang, lebih dari 100.000 warga Kashmir terbunuh oleh pasukan keamanan India.

Kendati sering terjadi konflik antara kedua negara di zona bebas Kashmir, yang berada di bawah kendali Pakistan, serta wilayah Jammu dan Kashmir yang dikelola India, dan sejak 2003 sampai sekarang, kedua belah pihak saling menuduh telah melanggar gencatan senjata di daerah tersebut.

 

http://iqna.ir/fa/news/3801296

 

Kunci-kunci: Kashmir ، Konflik Kashmir ، IQNA
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\