IQNA

PBB:
19:38 - September 18, 2019
Berita ID: 3473445
MYANMAR (IQNA) - Tim pencari fakta PBB di Myanmar mengatakan: “Ada bukti baru bahwa kekerasan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya dilakukan dengan tujuan genosida.”

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, tim pencari fakta Myanmar mengatakan dalam sebuah laporan pada Senin (16/9) bahwa ada bukti baru yang menunjukkan bahwa pemerintah Myanmar menargetkan Muslim Rohingya untuk genosida dan pembunuhan massal.

Laporan itu mengatakan: Pemerintah Myanmar terus melanjutkan tindakan-tindakan secara besar-besaran terhadap warga Rohingya dan kekejaman yang tidak manusiawi terhadap orang-orang ini.

Laporan itu juga menekankan bahwa Muslim Arakan telah dibunuh secara massal sebanyak empat kali pada September tahun lalu, dan ada bukti yang menunjukkan bahwa bahaya pengulangan genosida terhadap orang-orang Rohingya sebagian besar masih ada.

Laporan itu mengatakan: 6.000 Muslim Rohingya di kawasan Rakhine, Myanmar, berada dalam kondisi kritis.

Menurut Ontario International Development Agency (OIDA), dari tanggal 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya terbunuh oleh pasukan pemerintah Myanmar, lebih dari 34.000 orang dibakar dan lebih dari 114.000 dianiaya.

Militer Myanmar terkait penindasan minoritas Rohingya mengklaim operasi "membersihkan" di kawasan-kawasan ini termasuk "elemen-elemen ekstremis". Pada 2012, tentara Myanmar menewaskan sekitar 200 Muslim Rohingya di kawasan Rakhine dan menelantarkan 140.000 orang.

 

http://iqna.ir/fa/news/3842644

Kunci-kunci: Myanmar ، PBB ، Genosida ، Rohingya
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\