IQNA

19:26 - September 23, 2019
Berita ID: 3473459
AFGANISTAN (IQNA) - Presiden Afganistan Ashraf Ghani menyebut Taliban sebagai pelaku pembunuhan negara ini dan mengajak kelompok itu pada perdamaian.

Menurut laporan IQNA dilansir dari www.yenisafak.com, Ashraf Ghani dalam pidato di televisi mengatakan: "Kekerasan dan pembunuhan terus berlanjut di Afganistan karena penolakan Taliban terhadap perdamaian."

"Jika Taliban setuju untuk perdamaian, kami akan menerimanya dan pembunuhan akan berhenti," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, setelah pengumuman Donald Trump untuk membatalkan pembicaraan damai dengan Taliban, Ashraf Ghani mengatakan: "Kedamaian sejati akan terealisasi ketika pasukan Taliban menyetujui proses perdamaian dan bernegosiasi dengan pemerintah Afganistan."

Setelah membatalkan pembicaraan dengan Taliban, Trump dalam sebuah tweet menulis: "Mereka (Taliban) mengatakan bahwa mereka menyerang Kabul, yang karenanya satu dari tentara kami tewas dan 11 lainnya luka-luka."

Lebih lanjut, Trump mengatakan, “Jika mereka gagal untuk menyetujui gencatan senjata dalam pembicaraan damai penting ini dan bahkan membunuh 12 orang tak bersalah, mereka mungkin tidak akan memiliki kekuatan untuk menegosiasikan kesepakatan yang bermakna.”

Beberapa putaran pembicaraan damai antara Taliban dan Amerika Serikat telah diadakan di Doha, Qatar, dan kesepakatan antara kedua pihak sedang berakhir, yang dibatalkan oleh Trump dengan dalih serangan Taliban di Kabul dan membunuh pasukan AS.

 

http://iqna.ir/fa/news/3843825

Kunci-kunci: Afganistan ، Ashraf Ghani ، Taliban ، Perdamaian
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\