IQNA

20:28 - October 15, 2019
Berita ID: 3473519
IRAN (IQNA) - Kedua negara, Iran dan China, bekerja sama untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas antar negara yang jauh dari fanatisme dan ekstrmisme religi di bidang dialog agama.

Menurut laporan IQNA dilansir dari organisasi kebudayaan dan komunikasi Islam, Abbas Ali Wafai, atase kebudayaan Iran di Beijing, dengan hadir di Forum Taoisme di Beijing bertemu dengan Huang Xin Yang, wakil himpunan, dan membahas kerja sama budaya dan agama antara kedua negara.

Dalam pidatonya, Huang Xin Yang mengisyaratkan pada kerja sama asosiasi tersebut dengan Republik Islam Iran, dan mengenang kunjungan pertamanya ke negara Iran pada tahun 2107 dan pertemuan dengan para cendekiawan budaya dan agama.

"Iran adalah negara yang beradab, bersejarah, dan sangat terkenal di dunia, karenanya dialog budaya dan agama dengan negara Islam ini akan penting bagi kami," kata Wakil Himpunan Taoisme di Beijing.

Dia juga mengumumkan diadakannya konferensi internasional Taoisme pada tahun 2020 di Guangzhou, China, dan menyerukan atase kebudayaan Iran di Beijing untuk partisipasi tiga ilmuwan dan cendekiawan Iran di bidang Taoisme.

Wafai dengan menjelaskan latar belakang dialog kebudayaan agama antara Islam dan agama-agama Ilahi lainnya mengatakan: “Dialog menyebabkan pemahaman dan pendekatan, karena sebagian besar konflik dan persengketaan adalah hasil dari tidak adanya dialog.”

Atase kebudayaan Iran di Beijing menyatakan: Republik Islam Iran sangat peduli dengan dialog antara budaya, peradaban dan agama, karenanya majelis resmi di Iran menindaklanjuti masalah-masalah ini.

“Pendekatan antar mazhab dan pusat dialog antar agama dan budaya organisasi kebudayaan dan komunikasi Islam mengejar misi penting ini,” lanjutnya.

Taoisme, Daoisme, atau filsafat Tao adalah gaya berpikir filsuf Tiongkok Lao yang didasarkan pada pengelolaan pemerintahan tanpa keberadaan negara dan tanpa penerapan formulir dan bentuk pemerintahan tertentu. Metode ini ditemukan di China pada abad keenam SM dengan seperangkat kepercayaan dan ritual, dan kemudian mencakup masalah filosofis dan mistis.

 

https://iqna.ir/fa/news/3849656

Kunci-kunci: China ، Iran-China ، Dialog Agama
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\