IQNA

Rahbar dalam Pertemuan dengan Para Pejabat dan Tamu Konferensi Persatuan:
19:15 - November 16, 2019
Berita ID: 3473602
IRAN (IQNA) - Ayatullah Ali Khamenei dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat dan tamu Konferensi Internasional Persatuan ke-33 menegaskan: Penamaan Pekan Persatuan di Republik Islam bukan sekadar penamaan belaka, bukan pula sebuah taktik politik, tetapi sebuah keyakinan dan iman hati; Republik Islam dengan arti sejati, percaya akan perlunya persatuan umat Islam.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs kantor Rahbar, Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada Jumat pagi (15/11), bertemu dengan para pejabat, para tamu yang menghadiri Konferensi Persatuan Islam, duta besar negara-negara Islam dan berbagai lapisan masyarakat menyebut, sebab bencana dunia Islam saat ini, terutama kondisi negara Palestina yang menyedihkan, karena lemahnya persatuan Islam, dan dengan menekankan bahwa hilangnya Israel berarti penghapusan rezim palsu Zionis dan berkuasanya pemerintahan terpilih pemilik asli Palestina, baik Muslim, Kristen, atau Yahudi mengingatkan, para musuh Islam dan yang teratas adalah Amerika, menentang prinsip Islam dan semua negara-negara Islamis dan senjata utama mereka di wilayah kita adalah "masuk di pusat-pusat yang sensitif dan menentukan", "menciptakan perpecahan di berbagai-bangsa", dan "melontarkan penyerahan diri ke Amerika sebagai solusi untuk masalah", dimana resep obat untuk melawan rencana-rencana ini adalah pencerahan dan kegigihan di jalan yang benar.

Dalam pertemuan ini, Ayatullah Ali Khamenei dengan mengucapkan selamat atas hari kelahiran Nabi Muhammad saw dan dan Imam Ja'far Shadiq as, menyebut Nabi Islam sebagai “Alquran yang menjelma”, “Makhluk Tuhan yang tertinggi dan teragung” dan "Cahaya dan sarana hidup dan penerang komunitas Manusia” berkata: Umat manusia lambat laun akan memahami fakta-fakta ini dan kami berharap melihat satu hari ketika kelahiran makhluk suci ini, dunia Islam tersenyum dan tidak ada lagi kesedihan.

Mengacu pada penamaan tanggal 12 – 17 Raibul Awwal sebagai Pekan Persatuan di Republik Islam Iran, pemimpin Revolusi Islam menyebut persatuan bukan sebagai sebuah gerakan politik dan taktis tetapi sebagai "keyakinan dan iman hati yang tulus tentang perlunya persatuan umat Islam" dan menambahkan: "Keyakinan mendalam ini, bahkan sebelum pembentukan Republik Islam ini juga memiliki pendukung penting, termasuk Ayatullah Boroujerdi, otoritas besar dunia Syiah.

Rahbar menambahkan, senjata utama mereka di kawasan adalah infiltrasi di pusat-pusat sensitif dan pusat pengambilan keputusan, menciptakan perpecahan di antara bangsa-bangsa, dan mengajukan opsi menyerah di hadapan Amerika sebagai solusi masalah. Jalan keluar untuk menghadapi konspirasi ini adalah penyadaran dan perlawanan di jalan kebenaran.

Ayatullah Khamenei menjelaskan tahapan-tahapan persatuan, tahap paling rendah dan paling awal dalam menyatukan Dunia Islam adalah menghindari saling serang dan saling pukul di antara masyarakat, pemerintah, kaum dan mazhab Islam, dan bersatu melawan musuh bersama.

Ia menerangkan, pada tahap yang lebih tinggi, negara-negara Muslim harus bersinergi di bidang ilmu pengetahuan, kekayaan, keamanan dan kekuatan politik demi mencapai peradaban baru Islam, dan tujuan Iran juga sama yaitu mencapai peradaban baru Islam.

Menurut Rahbar, musibah-musibah yang menimpa Dunia Islam termasuk pendudukan Palestina dan perang berdarah di Yaman, Asia Barat dan Afrika Utara diakibatkan oleh tidak adanya komitmen atas prinsip menghindari konflik, dan tidak adanya persatuan melawan musuh bersama.

"Hari ini musibah terbesar Dunia Islam adalah pendudukan Palestina, sebuah bangsa yang terasing dari rumah dan tanah airnya sendiri," imbuhnya.

Terkait upaya musuh menyimpangkan makna penegasan Imam Khomeini dan pejabat pemerintah Islam tentang penghapusan Israel, Rahbar mengatakan, kami adalah pendukung Palestina, kemerdekaan dan keselamatannya, penghapusan Israel bukan berarti penghapusan rakyat Yahudi, karena kami tidak mempermasalahkan mereka, di negara kamipun tinggal sekelompok warga Yahudi dalam keamanan penuh.

Ayatullah Khamenei menegaskan, rakyat Palestina baik Muslim, Kristen maupun Yahudi yang merupakan pemilik asli tanah air mereka, harus bisa memilih pemerintahannya sendiri, dan pihak asing, perusuh serta pengacau seperti Benjamin Netanyahu harus diusir, sehingga bangsa Palestina bisa mengelola negaranya sendiri, dan ini akan segera terwujud.

Rahbar menilai tanggung jawab para intelektual dan ulama Dunia Islam sangat penting dan mengatakan, kalian harus membela kebenaran dengan segenap kekuatan, jangan takut musuh, ketahuilah dengan bantuan Ilahi tidak lama lagi  Dunia Islam akan menyaksikan terwujudnya segala harapan. (HS)

 

https://iqna.ir/fa/news/3857290

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\