IQNA

16:09 - November 18, 2019
Berita ID: 3473606
INDONESIA (IQNA) – Muhamamad Ainun Najib yang dikenal dengan Emha Ainun Najib atau Cak Nun ini, seorang tokoh kebudayaan dan pencerah Indonesia yang menebarkan nilai-nilai keislaman.

Menurut laporan IQNA dilansir dari atase kebudayaan Iran di Indonesia, Muhamamd Ainun Najib lahir pada tanggal 27 Mei 1953 H. Emha juga dikenal sebagai seorang seniman, penyair dan pemikir, yang menuangkan dan membagikan ide dan pikirannya melalui buku-buku yang ia tulis.

Emha dalam kehidupannya sehari-hari secara langsung hadir dan terjun ke tengah-tengah masyarakat serta melakukan berbagai kegiatan yang mencakup seni, agama, pengajaran politik dan pengembangan ekonomi untuk masyarakat yang berpotensi. Selain kegiatan bulanan dengan para pendukung dan pencintanya, dia juga menyelenggarakan beberapa acara di berbagai daerah di nusantara bersama dengan grup musik tradisionalnya.

Di acara masyarakat ini, dia membahas tentang berbagai pengetahuan, nilai-nilai agung, teladan komunikasi, cara dan metode perhubungan kebudayaan, pengajaran cara berpikir dan pelayanan solusi permasalahan sosial.

Salah satu dari acara tersebut adalah majelis jamaah maiyah yang bernama »Kenduri cinta dan kasih sayang« yang sejak tahun 1990H. Diselenggarakan setiap bulan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kenduri cinta dan kasih sayang, salah satu dari perkumpulan kebudayaan dan cinta HAM yang dilaksanakan dalam bentuk acara secara terbuka, tanpa partai, ringan, tidak jelimet dan pertunjukkan secara umum laki dan perempuan.

Pekerjaan seni teather pada latar belakang Emha juga dapat disaksikan seperti patung cinta, murud Khidir, samudra hijab, godaan setan dan masyarakat membutuhkan Nabi dan Rasul yang mana semua itu menunjukkan atas gambaran masyarakat Indonesia saat ini.

Dia juga melantunkan syair-syair seperti Cahaya di atas Cahaya dan syair Asmaul Husna dan makalah-makalah seperti Surat kepada Nabi Muhammad saw, Indonesia bagian terpenting dari desa saya, Tuhan juga berpuasa, Berkah atau Azab Ilahi yang kita pilih, Iblis Nusantara; Dajjal tersembunyi, Jibril tidak pensiun, dan Demokrasi tanpa keraguan semua bagian dari karya-karyanya.

Emha pada bulan Maret 2011 mendapat penghargaan kebudayaan Satya Lencana 2010 dari pemerintah Indonesia. Menurut Jero Wacik, menteri budaya dan pariwisata waktu itu, penghargaan tersebut diberikan kepadanya karena penerima, telah begitu berjasa dalam memberikan pelayanan di bidang kebudayaan dan mampu menjaga budaya daerah atau nasional dan hal yang dia kerjakan itu telah memberikan nilai yang positif untuk masyarakat, bangsa dan negara.

 

https://iqna.ir/fa/news/3857635

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\