IQNA

8:33 - December 22, 2019
Berita ID: 3473759
MALAYSIA (IQNA) - Kedutaan Arab Saudi di Islamabad membantah laporan terkait tekanan Saudi guna mencegah kehadiran Pakistan di KTT Kuala Lumpur.

Menurut laporan IQNA dilansir dari RT, kedutaan Arab Saudi di Islamabad mengatakan dalam sebuah pernyataan di akun Twitter-nya: "Mengingat esensi hubungan persaudaraan yang kuat antara kedua negara, perjanjian mereka tentang persatuan Islam dan kepatuhan terhadap peran Organisasi Kerjasama Islam (OKI), saling menghormati kedaulatan dan kemandirian dalam pengambilan keputusan, yang telah menjadi fitur utama dari hubungan sejarah bilateral Saudi-Pakistan, semua laporan-laporan yang ada adalah dusta dan ditolak.

Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengatakan bahwa Pakistan ditekan oleh Arab Saudi untuk berpartisipasi dalam KTT Islam Kuala Lumpur, dan menekankan bahwa Arab Saudi telah berusaha untuk melarang Pakistan untuk hadir di KTT. Mereka mengancam akan menarik simpanannya dari Bank Sentral Pakistan dan juga untuk mengeluarkan dan mengganti 4 juta orang Pakistan yang bekerja di Arab Saudi.

Perlu diingat bahwa KTT para pemimpin negara Kuala Lumpur 2019 dilaksanakan dengan dihadiri 400 peserta, yang mencakup 250 pemimpin, pejabat, tokoh politik dan cendekiawan dari 52 negara Islam, pada tanggal 18-21 Desember di ibukota Malaysia.

Pada pembukaan KTT Kuala Lumpur 2019, Presiden Iran, Hujjatul Islam wal Muslimin Hassan Rouhani dengan mengisyaratkan pada berbagai krisis di Timur Tengah, terutama di Yaman, Afganistan, Suriah, Libya dan Lebanon, yang merupakan contoh riil kebijakan yang tidak bertanggung jawab dan memecah belah mengatakan, “Untuk menyelesaikan masalah di dunia Muslim, kami percaya perlu disediakan kerangka kerja yang diperlukan untuk dialog dan interaksi melalui toleransi terhadap berbagai gagasan Islam dan menghormati kedaulatan nasional.”

 

https://iqna.ir/fa/news/3865565/

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\