IQNA

9:26 - January 09, 2020
Berita ID: 3473829
QOM (IQNA) - Media berbahasa Arab dengan meliput pernyataan Pemimpin Tertinggi, Rahbar dalam pertemuan dengan masyarakat Qom, menyoroti sikap beliau tentang perlunya pasukan AS meninggalkan kawasan, Rabu (8/1).

Menurut laporan IQNA, Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, berpidato dalam pertemuan dengan masyarakat Qom pada hari Rabu dan menekankan perlunya pasukan AS meninggalkan kawasan sepenuhnya.

Hal ini mendapat perhatian khusus oleh media berbahasa Arab, sampai-sampai banyak media meliput pidato ini secara bersamaan.

Dengan meliput berita pernyataan pemimpin tertinggi dalam bentuk berita mendesak, situs berita menulis "Pidato itu disampaikan beberapa jam setelah lusinan roket mendarat di pangkalan Ain al-Assad di Irak."

Al Mayadeen menekankan bahwa pidato itu disampaikan dalam situasi penting dan menentukan.

Situs berita Alahed dengan memublikasikan pidato pemimpin tertinggi dalam pertemuan ini  menekankan: “Penarikan pasukan AS dari kawasan adalah hal yang urgen.”

Situs berita Erem News juga memperhatikan pernyataan Pemimpin Tertinggi Revolusi dan menulis: “Serangan yang dilakukan atas pangkalan militer AS di Irak adalah tamparan ke wajah negara ini dan pembunuhan Komandan Soleimani menunjukkan bahwa Revolusi Iran masih hidup.”

Situs berita Al-Manar juga dengan meliput pernyataan Rahbar menulis, “Kami tidak menganggap negara-negara di kawasan itu sebagai musuh jika mereka tidak menyerang kami.”

Al-Manar mengutip dari Pemimpin Revolusi menekankan: “Waktunya telah usai bagi orang Amerika untuk berada di kawasan dan pemerintah serta rakyat di kawasan tidak menerima mereka.”

Situs berita Alsumaria news juga dengan mengutip pidato Ayatullah Ali Khamenei yang mengatakan serangan rudal di pangkalan AS tidak memadai dalam menanggapi kejahatan AS menegaskan, “Syahid Soleimani disamping pemberani juga bijaksana, dia tidak punya cela.”

Situs berita Anadolu dengan meliput pernyataan Ayatullah Ali Khamenei menulis: “Pemimpin Iran telah menggambarkan serangan rudal negaranya sebagai tamparan di wajah Amerika Serikat: operasi militer terhadap Washington tidak cukup.”

 

https://iqna.ir/fa/news/3870208

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\