IQNA

14:56 - April 21, 2020
Berita ID: 3474152
TEHERAN (IQNA) - Dengan penyebaran virus corona di India, Islamophobia dan diskriminasi terhadap pasien corona Muslim dan staf medis di daerah berpenduduk Muslim di India telah meningkat.

Telegraph melaporkan, dua bayi baru lahir baru-baru ini meninggal setelah rumah sakit India menolak untuk menerima ibu Muslim mereka.

Di kota Jamshedpur di bagian Jarkand, Rumah Sakit MGM menolak untuk menerima seorang wanita Muslim.

Rezvaneh Khatoon (30) pergi ke rumah sakit setelah pendarahan. Dia juga didakwa menyebarkan virus corona, demikian juga dia dianiaya dan diminta untuk membersihkan darahnya. Demikian juga pada awal bulan ini, seorang bayi meninggal di wilayah Bharatpur di Rajasthan setelah sebuah rumah sakit pemerintah menolak menerima seorang ibu Muslim di distrik Bharatpur di Rajasthan.

Ini adalah contoh gelombang baru Islamophobia di India, yang sekali lagi meningkat dengan penyebaran virus corona di negara ini.

Anggota partai Bharatiya Janata yang berkuasa, yang dipimpin oleh Narendra Modi, mengumumkan penyebaran virus corona muncul setelah pertemuan kelompok Muslim di New Delhi pada pertengahan Maret.

Tetapi diskriminasi tersebut tidak terbatas pada pasien Muslim yang terinfeksi corona. Komisi Hak Asasi Manusia Islam di London hari ini mengumumkan bahwa rumah sakit di wilayah Kashmir yang didominasi Muslim di bawah kendali India tidak memiliki cukup dokter dan staf medis. Namun, pusat-pusat kesehatan ini menghadapi kekurangan perlindungan yang memadai untuk staf medis yang memerangi virus corona.

Selain itu, kecepatan internet di daerah ini sangat lambat sehingga dokter mengatakan mereka tidak dapat mendownload instruksi penting yang diperlukan untuk melawan virus corona.

Komisi Hak Asasi Manusia Islam telah meminta semua aktivis untuk berkorespondensi dengan organisasi-organisasi internasional, termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, untuk memprotes situasi kesehatan di Kashmir. (hry)

 

3892785

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\