IQNA

11:27 - July 22, 2020
Berita ID: 3474424
TEHERAN (IQNA) - Malaysia berencana membuka pabrik pertama untuk produk farmasi biogenerik halalnya hingga tahun 2024.

Theedgemarkets melaporkan, Malaysia akan membuka pabrik produksi komersial pertama untuk produk biogenerik (biosimilar) pada 2024 melalui kerjasama gabungan dengan sebuah perusahaan investasi pemerintah dan sebuah perusahaan milik Korea.

Perusahaan-perusahaan ini menandatangani nota kesepahaman di hadapan Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia, Khairy Jamaluddin. Pabrik ini berlokasi di Putrajaya, selatan ibukota Malaysia.

Khairy Jamaluddin mengatakan tentang langkah ini: “Pembentukan pabrik produk biogenerik pertama di negara ini akan memungkinkan warga Malaysia untuk mengakses perawatan yang lebih hemat biaya, terutama untuk penyakit-penyakit kronis.”

“Keputusan itu dibuat tepat waktu karena banyak terapi biologis akan dibatalkan dalam waktu dekat. Memasuki bidang bioteknologi mahal tetapi akses ke bidang produk biosimilar lebih mudah bagi Malaysia, karena menghemat biaya penelitian,” ucapnya.

Produk pertama dari pabrik ini dengan nama merek Erisa (Erisa, Erysaa) yang menerima label halal. Perusahaan Malaysia, Duopharma Biotech, yang berpartisipasi dalam proyek ini adalah produsen dan pengekspor produk farmasi dan telah memperoleh sertifikasi halal dari Federasi Muslim Korea untuk memulai produksi produk ini di Malaysia.

Leonard Arif Abdul Shattar, direktur perusahaan, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Kami bertekad untuk mengembangkan farmasi halal; baik karena potensi komersialnya yang besar dan karena kami percaya harus memberikan konsumen Muslim ketenangan pikiran dalam menggunakan produk kami sehingga mereka dapat memiliki pengobatan-pengobatan halal terbaik.”

Biogenerik (Biosimilar) mengacu pada obat yang benar-benar mirip dengan obat biologis yang diproduksi oleh produsen aslinya. (hry)

 

3911712

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\