IQNA

9:06 - December 21, 2020
Berita ID: 3474883
TEHERAN (IQNA) - Abdullah Yusuf Ali, penerjemah dan penghafal seluruh Alquran India yang tinggal di Inggris, lahir pada tanggal 14 April 1872 di Mumbai, India. Terjemahan Alquran dalam bahasa Inggrisnya, yang diterbitkan pada tahun 1934, masih menjadi salah satu karya kredibel dan mendapatkan perhatian.

Al-Arabi al-Jadid melaporkan, Abdullah Yusuf Ali, penerjemah dan penghafal seluruh Alquran India yang tinggal di Inggris, lahir pada tanggal 14 April 1872 di Mumbai, India. Ayahnya adalah seorang inspektur polisi India selama pemerintahan kolonial Inggris. Dia menerima pendidikan agama dan menghafal Alquran dan mengenal tafsir-tafsir dan sejarah Islam.

Dia bersekolah di Wilson School di Mumbai dan belajar bahasa Arab dan Inggris. Dia kemudian melanjutkan untuk mengejar gelar sarjana dalam sastra Inggris, setelah itu dia menerima beasiswa ke St. John's College, Cambridge, dan melanjutkan pendidikannya di fakultas ini.

Penerjemah Alquran India belajar hukum di Inggris dan lulus dengan gelar master di bidangnya. Dia kembali ke India pada tahun 1895 dan memegang posisi tinggi di tanah airnya, tetapi mengundurkan diri pada tahun 1914 dan kembali ke London dan menetap di sana.

Abdullah Yusuf Ali dan Terjemahan Alquran yang Masih Berlaku

Di London, ia menjadi pengurus Masjid Shah Jahan yang terkenal di daerah Woking, dan setelah tiga tahun aktif sebagai penceramah di sekolah sturi Orientalis London.

Abdullah Yusuf Ali kembali ke India untuk bertemu dengan penyair dan filsuf terkenal negaranya Iqbal Lahori. Penyair hebat ini ikut mengangkat Abdullah Yusuf Ali sebagai direktur fakultas Islam di Lahore pada tahun 1925.

Ia juga bekerja di Universitas Punjab dan pada saat itu menerbitkan sejumlah karyanya termasuk "Model-Model Pendidikan Islam", "Prinsip-Prinsip Islam", "Pendidikan Moral; Tujuan dan Metode", "Kepribadian Manusia dalam Islam "dan" Misi Islam ", tetapi karya terpentingnya adalah terjemahan Alquran ke dalam bahasa Inggris, yang disertai dengan penjelasan dan tafsir.

Edisi pertama terjemahan ini dibuat pada tahun 1934, dan pada tahun 1938 tiga terjemahan lagi diterbitkan dengan edisi baru, dan terjemahan ini masih menjadi salah satu terjemahan yang paling populer dan diperhatikan hingga hari ini. Konon butuh delapan tahun untuk menyelesaikan terjemahan. Terjemahan Alqurannya bersama dengan terjemahan Muhammad Marmaduke William Pickthall adalah di antara terjemahan Alquran yang paling terkenal.

Dalam pengantar terjemahan, Abdullah Yusuf Ali mengisyaratkan terjemahan Muhammad Abdul Hakim Khan dari Alquran ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1905 dan terjemahan Maulawi Muhammad Ali pada tahun 1917, dan kemudian sampai pada Marmaduke William pada tahun 1930, dan mengungkapkan pandangannya tentang terjemahan ini.

Abdullah Yusuf Ali dan Terjemahan Alquran yang Masih Berlaku

Dalam pengantar tentang motivasinya menerjemahkan Alquran, dia mengatakan: “Wajib bagi setiap muslim, baik perempuan atau laki-laki, atau anak-anak wajib untuk membaca Alquran dan memahaminya sesuai dengan kemampuannya. Dan jika salah satu dari kita mencapai pengetahuan dan pemahaman tertentu tentang Alquran melalui studi, penelitian dan refleksi, ia harus, sesuai dengan kemampuannya, menyebarkannya kepada orang lain dan berbagi dalam perasaan senang dan damai yang dihasilkan dari hubungan spiritual dengan Alquran.”

Abdullah Yusuf Ali melakukan perjalanan ke negara-negara Islam, Eropa, dan Amerika Utara pada tahun 1938 untuk memberikan terjemahannya kepada para ulama, dan kembali ke London pada tahun 1947, di mana dia dikatakan menghabiskan sisa hidupnya dalam kemiskinan, dan akhirnya pada tahun 1953, ia meninggal karena serangan jantung di Fulham, London. (hry)

 

3941329

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\