IQNA

Kesempatan untuk Kembali

11:36 - May 16, 2022
Berita ID: 3476824
TEHERAN (IQNA) - Manusia melakukan banyak hal baik dan buruk, kecil dan besar, selama hidupnya, dan banyak dari mereka tidak memperhatikan evaluasinya dan konsekuensinya. Tetapi menurut prinsip Hari Kebangkitan, manusia pada suatu hari melihat perbuatannya dan dihakimi sesusai dengan perbuatan-perbuatannya. Dalam hal ini, pekerjaan akan sulit bagi mereka yang telah melakukan banyak kesalahan.

Masalah muhasabah nafs (intropeksi diri) merupakan salah satu masalah penting yang telah dibahas dalam ayat dan hadis. Alquran telah berulang kali menekankan bahwa tindakan dan perilaku manusia dievaluasi dan dihargai setelah kematian. Dia akan diberi ganjaran atau hukuman bahkan untuk jumlah terkecil dari perbuatan baik atau buruk yang telah dia lakukan:

«فَمَنْ یَعْمَلْ مِثْقالَ ذَرَّةٍ خَیْراً یَرَهُ• وَ مَنْ یَعْمَلْ مِثْقالَ ذَرَّةٍ شَرّاً یَرَهُ‌«

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al-Zilzalah: 7-8)

Tentu saja, tidak demikian dimana seseorang menunggu kematian untuk melihat daftar perbuatan baik dan buruknya dan diberi ganjaran atau hukuman. Sebaliknya, manusia dapat menghitung tindakan dan perilakunya di dunia ini dan menjaga tindakannya. Alquran juga merekomendasikan masalah ini:  «اقْرَأْ کِتابَکَ کَفی‌ بِنَفْسِکَ الْیَوْمَ عَلَیْکَ حَسیباً» “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu”. (QS. Al-Isra: 14)

Mereka yang ingin mengontrol perilaku dan ucapan mereka di dunia ini dan menghitung tindakan mereka dapat melakukan empat langkah berikut ini:

Langkah pertama adalah Musyarathah atau bersyarat; Artinya, ketika seseorang bangun, dia memberikan syarat pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan melakukan dosa hari itu.

Langkah kedua adalah Muraqabah; Artinya, dia harus menjaga dirinya dan perbuatannya di siang hari agar dia tidak berbuat dosa.

Langkah ketiga adalah Muhasabah; Artinya, di penghujung malam, dia harus memeriksa pekerjaannya, seberapa banyak dia melakukan tugasnya dan seberapa banyak meninggalkannya.

Dan langkah keempat adalah Mu’atabah atau memberikan peringatan. Artinya, jika seseorang melakukan kesalahan di siang hari, dia menghukum dirinya sendiri atau menggantinya, misalnya dengan berpuasa atau membantu seseorang atau melakukan perbuatan baik, atau jika dia merampas hak seseorang, dia meminta pengampunan darinya atau menggantinya.

Dalam hal ini, sebelum tindakan dan perilakunya diperhitungkan dan dinilai, manusia menilai dirinya sendiri terlebih dahulu, sehingga pertama untuk mengganti perilaku buruknya dan kedua mencegah terulangnya perilaku buruknya. (HRY)

 

Kata Kunci: Pengembalian, Muhasabah Nafs, Akhlak

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* :