IQNA

Metode Pendidikan Para Nabi; Musa (as) / 27

Metode Menerima Pelajaran pada Masa kenabian Nabi Musa (as)

13:32 - September 05, 2023
Berita ID: 3478880
TEHERAN (IQNA) - Pelajaran yang diambil manusia dari hasil perbuatannya mempunyai pengaruh yang besar terhadap pendidikan manusia sehingga mengambil pelajaran dikenal dengan istilah metode pendidikan. Cara ini tercermin dalam kisah Nabi Musa (as) dalam Alquran.

Metode Menerima Pelajaran pada Masa kenabian Nabi Musa (as)Salah satu contoh metode pendidikan yang diciptakan oleh Alquran dan para tokoh luhur adalah metode mengambil pelajaran. Penggunaan metode mengambil pelajaran untuk mencapai tujuan tertentu memiliki sejarah yang panjang dalam sejarah umat manusia, dan terutama digunakan oleh mereka yang berkuasa untuk menghukum lawannya di depan umum untuk menakut-nakuti dan menjinakkan masyarakat.

Salah satu tujuan penting pendidikan adalah membuka mata seseorang dengan baik dan memperoleh wawasan serta mampu melampaui apa yang tampak dan mencapai kedalamannya serta tidak mengikuti jalan salah yang ditempuh orang lain.

Dalam kisah Nabi Musa as, Allah swt menyebutkan beberapa poin yang efektif dalam hal pendidikan dan menerima pelajaran:

  1. Terbelahnya Laut Nil untuk Nabi Musa (as) dan Bani Israil serta tenggelamnya Fir'aun dan pengikutnya.

Setelah peristiwa membelah Laut Merah dan penyelamatan Nabi Musa (as) beserta pengikut-pengikutnya, Alquran menyebutkan bahwa para Firaun melihat pemandangan ajaib ini di mana air-air telah terbelah menjadi pecahan-pecahan dan setiap bagian tampak seperti gunung-gunung yang besar telah saling bersatu. Meskipun mereka melihat pemandangan yang luar biasa ini, mereka masih berusaha mengejar Nabi Musa (as) dan Bani Israil, tanpa menyadari bahwa saat-saat terakhir dalam hidup mereka telah tiba. Allah berfirman di akhir cerita ini:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً  وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.” (QS. Asy-Syu’ara: 67)

Pesan dalam ayat ini adalah bahwa meskipun peristiwa besar ini menjadi tanda yang jelas tentang kekuasaan Allah dan sebagai pelajaran bagi manusia, sebagian besar orang masih tidak percaya.

  1. Keutuhan jenazah Firaun

Alquran memperkenalkan penyelamatan dan keutuhan jenazah Firaun sebagai tanda dari tanda-tanda Ilahi.

Dr Maurice Bucaille dari Perancis adalah orang yang masuk Islam dengan mempelajari jenazah Firaun dan melihat rujukan Alquran tentang penyelamatan jasad Firaun. Dia menulis tentang hal ini: “Pada zaman ketika Alquran mengumumkan bahwa jenazah firaun akan diselamatkan, jenazah ini dan jenazah firaun lainnya ditempatkan di makam Lembah Para Raja di Taira (Teb) pada sisi lain Sungai Nil. Namun pada saat itu, mereka sama sekali tidak menyadarinya, dan baru pada akhir abad ke-19 jenazah Firaun, yang sezaman dengan Nabi Musa (as), ditemukan di sana.”

Allah mengeluarkan jasad Firaun dari air setelah kematiannya untuk dijadikan pelajaran bagi generasi mendatang.

Seluruh kisah nabi Musa (as), dari awal dakwahnya, ajakan Firaun dan kaumnya, penyelamatan Bani Israil, hingga tenggelamnya Firaun dan pasukannya, semua itu menjadi hikmah bagi orang-orang yang bijaksana. (HRY)

 

Sumber: Metode disertasi pendidikan akhlak dalam kisah Nabi Musa (as) dalam Alquran

captcha